Gubernur Melki Buka Jalan UMKM Akses KUR: Gerakkan Ekonomi dari Tingkat Bawah

1786668101292

Kupang, SonafNTT-News.com Harapan agar pelaku usaha kecil di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa berkembang semakin terbuka. Kredit Usaha Rakyat (KUR) NTT Bank didorong menjadi salah satu pintu masuk bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pembiayaan sekaligus memperkuat usaha yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi KUR yang digelar DPD I Partai Golkar NTT bersama Bank NTT di Kantor DPD I Golkar NTT, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini mempertemukan perbankan dengan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan usaha produktif, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, kios hingga pedagang kaki lima.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menilai penguatan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya berbicara mengenai program besar. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat bawah.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mensosialisasikan dan mendorong pemanfaatan KUR secara tepat. Mulai dari pimpinan partai politik, anggota DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama, kalangan kampus, kaum muda hingga perempuan dinilai memiliki peran penting dalam membuka akses informasi bagi masyarakat.

“Gerakkan ekonomi dari tingkat bawah,” menjadi semangat yang ditekankan dalam upaya tersebut.

Bagi masyarakat kecil, akses permodalan sering kali menjadi persoalan tersendiri. Ada pelaku usaha yang memiliki kemauan dan kemampuan mengembangkan bisnis, tetapi terbentur keterbatasan modal. Di sinilah KUR diharapkan dapat menjadi jembatan agar usaha mereka tidak berhenti pada skala kecil.

Gubernur Melki bahkan mengajak insan pers untuk ikut memanfaatkan peluang tersebut melalui kegiatan ekonomi yang produktif. Menurutnya, media juga dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang ikut bergerak dan menciptakan nilai tambah.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar NTT menegaskan bahwa pihaknya berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan perbankan. Sosialisasi dilakukan agar masyarakat memahami manfaat KUR sekaligus mengetahui bahwa pengajuan pembiayaan tetap harus melalui proses verifikasi sesuai ketentuan perbankan.

Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus menjelaskan bahwa KUR terbuka bagi masyarakat yang memiliki usaha produktif. Sektor pertanian, peternakan hingga usaha produksi lainnya dapat mengakses pembiayaan sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Namun, ada satu hal penting yang perlu menjadi perhatian calon debitur. Dalam proses pengajuan, perbankan akan melihat data dan riwayat kredit calon penerima. Pinjaman yang masih bermasalah di lembaga lain, termasuk pinjaman online yang belum diselesaikan, dapat menjadi kendala karena tercatat dalam sistem. Artinya, kemudahan akses KUR tetap harus diimbangi dengan tanggung jawab. Masyarakat perlu memastikan kewajiban kredit sebelumnya tertangani dengan baik serta menggunakan dana KUR benar-benar untuk kegiatan usaha yang produktif.

Yang menarik, Bank NTT mengungkapkan bahwa penyaluran KUR hingga saat ini baru mencapai sekitar Rp20 miliar dari target Rp300 miliar. Angka tersebut menunjukkan masih besarnya ruang yang tersedia bagi pelaku usaha NTT untuk memanfaatkan program tersebut.

Rendahnya serapan sekaligus menjadi pekerjaan rumah bersama. Pemerintah, perbankan, organisasi masyarakat, partai politik, pelaku usaha dan media perlu memperkuat edukasi agar masyarakat tidak hanya mengetahui keberadaan KUR, tetapi juga memahami cara mengaksesnya dan menggunakannya secara produktif.

Charlie Paulus pun memberikan apresiasi kepada Partai Golkar NTT yang telah mengambil bagian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia menyatakan Bank NTT terbuka untuk bersinergi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.