Upacara Perdana IKB Biinmafo Kupang di HUT RI ke-81 Jadi Panggung Persatuan, Budaya Nusantara Bersatu di Kota Kupang

20260817_100956

Kupang, SonafNTT-News.com. — Upacara Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar perdana oleh Ikatan Keluarga Besar Biboki, Insana, Miomaffo (IKB Biinmafo) Kupang, Senin (17/8/2026), bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan.

Di halaman rumah Bapak Drs. Wilhelmus Foni, M.Si., Kota Kupang, momentum bersejarah tersebut berubah menjadi panggung persatuan. Beragam latar belakang masyarakat, tokoh daerah, generasi muda, para ibu, hingga warga asal Timor dan berbagai daerah lainnya berkumpul dalam satu suasana kekeluargaan di bawah kibaran Sang Saka Merah Putih.

Yang menarik perhatian, peserta upacara tampil mengenakan beragam motif kain tradisional, mulai dari motif Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Rote Ndao, Ende, Bajawa, Toraja hingga Oekusi.

Keberagaman motif tersebut menjadi gambaran nyata wajah Indonesia di Kota Kupang. Berbeda asal-usul, berbeda budaya dan identitas, namun dipersatukan oleh satu semangat: Indonesia Merah Putih.

Pantauan media, pelaksanaan upacara berlangsung meriah, khidmat dan penuh semangat kekeluargaan. Acara dipandu Ambrosius Korbafo yang juga aktif memperkenalkan pentingnya keberadaan IKB Biinmafo sebagai wadah persaudaraan keluarga besar Biboki, Insana dan Miomaffo di Kota Kupang.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat semakin memperkuat suasana persatuan tersebut.

Turut hadir Ketua Dewan Penasihat IKB Biinmafo Kupang Drs. Frans X. Skera, M.Si., bersama jajaran Dewan Penasihat, Ketua KSP Biinmafo Fransiskus Salem, Pastor Moderator IKB Biinmafo Kupang Pater John Salu, SVD, para suster, puluhan ketua arisan keluarga asal TTU, warga Biinmafo di Kota Kupang, seluruh Badan Pengurus IKB Biinmafo Kupang serta Ketua Arisan Mama-Mama IKB Biinmafo Kupang Maria Bunga Soares bersama para anggota.

Hadir pula Ketua LPM Kelurahan Liliba Drs. Apollonius bersama Ketua RW 10 dan para Ketua RT, Ketua IMATTU Kupang beserta anggota, sejumlah tokoh masyarakat Timor Tengah Selatan serta sejumlah tokoh lainnya.
Mantan Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Yohanes Tay dan sejumlah tokoh masyarakat turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu, AKBP (Purn) Mateus Kono, SH., MH., dipercaya bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Ketua IKB Biinmafo Kupang Yosef John Neno bertindak sebagai Pembina Upacara.

Kenang Pahlawan, Rawat Persatuan

Dalam amanatnya, Yosef John Neno mengajak seluruh peserta untuk sejenak menundukkan kepala dan mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini tidak datang dengan mudah. Para pendahulu telah mengorbankan jiwa, raga dan harta demi mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

“Semoga semangat juang mereka tetap hidup dalam dada setiap anak bangsa, khususnya anak-anak IKB Biinmafo Kupang,” ujarnya.
Menurut Yosef, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kedaulatan serta membangun bangsa menuju kehidupan masyarakat yang adil dan makmur.

Ia kemudian mengajak seluruh keluarga besar Biinmafo Kupang untuk bersatu hati membangun negeri, Kota Kupang, bumi Biinmafo dan Nusa Tenggara Timur.
Spirit tersebut dirangkum dalam filosofi Timor yang menjadi salah satu kekuatan moral IKB Biinmafo:

“Nekaf Mese, Ansaof Mese, Tafena Hit Pah ma Hit Kuan.”

Semangat satu hati dan satu tekad tersebut, kata Yosef, harus diterjemahkan dalam tindakan nyata untuk membangun daerah dan membantu sesama.

Ada satu pesan Yosef John Neno yang cukup kuat dan relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Ia menegaskan bahwa IKB Biinmafo Kupang bukanlah panggung untuk menonjolkan siapa yang paling berkuasa atau paling memiliki pengaruh. Sebaliknya, IKB Biinmafo harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh keluarga besar untuk berbagi kasih, saling mendukung dan hadir bersama dalam suka maupun duka.

“Di Kota Kupang ini yang membuat kita bertahan hidup bukan siapa yang paling berkuasa, tetapi siapa yang paling setia mengulurkan tangan bagi sesama yang membutuhkan,” tegasnya.

menurunnya, kekuatan sebuah organisasi keluarga bukan hanya terletak pada struktur kepengurusan, tetapi pada kepedulian anggotanya terhadap sesama.

IKB Biinmafo, lanjut Yosef, berakar dari Kuan Biboki, Kuan Insana dan Kuan Miomaffo, lalu tumbuh dan berkembang di Kota Kupang dalam ikatan persaudaraan.

Dari Budaya Menjadi Simbol Persatuan

Pemandangan peserta yang mengenakan berbagai motif daerah menjadi salah satu daya tarik utama pelaksanaan upacara.
Motif Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Ende, Bajawa, Toraja hingga Oekusi hadir dalam satu ruang yang sama.

Bagi masyarakat, keberagaman tersebut bukan sekadar pakaian adat atau kain tradisional.

Ia menjadi simbol bahwa identitas budaya dapat berjalan berdampingan dengan semangat kebangsaan.

Dari Timor hingga berbagai wilayah Nusantara, semua identitas tersebut menemukan titik temu dibawah Merah Putih

.
Inilah pesan yang terasa kuat dari upacara perdana IKB Biinmafo Kupang: budaya tidak menjadi sekat, tetapi menjadi jembatan persaudaraan.

KSP Biinmafo Dorong Ekonomi Keluarga
Semangat persatuan yang dibangun IKB Biinmafo juga diarahkan pada upaya memperkuat ekonomi keluarga.

Ketua KSP Biinmafo Fransiskus Salem mengatakan momentum HUT RI ke-81 harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan gotong royong.

Ia mengajak keluarga besar Biinmafo melakukan hal-hal kecil dengan tulus untuk membantu sesama.

Menurutnya, persaudaraan harus dibarengi dengan kerja nyata, termasuk membangun fondasi ekonomi bagi generasi muda dan keluarga.

Fransiskus menyampaikan KSP Biinmafo saat ini memiliki 52 anggota, memiliki aset 200.000.000 dan uang yang beredar di nasabah 100.000.000 dan secara rutin menggelar pertemuan setiap bulan untuk melakukan pembenahan internal.

Ia juga menyampaikan rencana pengembangan pelayanan KSP Biinmafo ke beberapa kabupaten guna menjawab kebutuhan masyarakat.

KSP Biinmafo, katanya, terbuka untuk masyarakat umum. Anggotanya saat ini berasal dari sejumlah daerah, termasuk Malaka, Manggarai dan Kabupaten Kupang.

Ia mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan menabung sebelum melakukan pinjaman sehingga koperasi dapat menjadi wadah bersama untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.

Panitia: Upacara Perdana Berkat Gotong Royong bersama

Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI, Gaspar Suni, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terlaksana berdasarkan kesepakatan bersama pada 8 Agustus 2026.

Ia mengapresiasi partisipasi seluruh badan pengurus dan anggota IKB Biinmafo, pengurus KSP Biinmafo, masyarakat TTU di Kota Kupang serta Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Utara (IMATTU) Kupang.

“Terima kasih atas kerja sama dari semua pihak sehingga Upacara Bendera Merah Putih perdana IKB Biinmafo Kupang bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Gaspar juga menyampaikan apresiasi kepada para ibu-ibu IKB Biinmafo dan pemuda Kelurahan Liliba yang turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan.

Merah Putih Menyatukan Perbedaan

Ia juga menyebut, Upacara perdana IKB Biinmafo Kupang akhirnya meninggalkan pesan yang lebih besar daripada sekadar perayaan HUT Kemerdekaan.

Ketika motif Timor, Rote Ndao, TTS, Ende, Bajawa, Toraja dan Oekusi hadir dalam satu barisan, masyarakat seakan diingatkan kembali bahwa Indonesia memang dibangun dari keberagaman.

Biboki, Insana dan Miomaffo memiliki identitas dan sejarahnya sendiri. Namun ketika berada di Kota Kupang, seluruh perbedaan tersebut melebur menjadi satu kekuatan persaudaraan.