Julie Sutrisno Laiskodat Pimpin Perkemi NTT, Prestasi Juara Umum di Bali Jadi Awal Kebangkitan Kempo

20261101_161500

Kupang, SonafNTT-News.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia olahraga Nusa Tenggara Timur (NTT). Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) NTT sukses mengukuhkan eksistensinya setelah keluar sebagai juara umum dalam kejuaraan di Kabupaten Badung, Bali. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa NTT memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet-atlet Kempo berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Di balik keberhasilan tersebut, semangat pembinaan dan penguatan organisasi menjadi perhatian utama kepengurusan Perkemi NTT di bawah kepemimpinan Julie Sutrisno Laiskodat.

Dalam kejuaraan tersebut, kontingen Perkemi NTT yang diperkuat 31 atlet tampil gemilang dengan membawa pulang 10 medali emas dan 9 medali perak. Raihan 19 medali sekaligus mengantarkan NTT keluar sebagai juara umum.

Prestasi ini menjadi modal penting bagi Perkemi NTT untuk terus memperkuat pembinaan atlet sekaligus membangun optimisme bahwa Kempo Flobamora mampu menjadi salah satu kekuatan olahraga bela diri Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengprov Perkemi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, di sela-sela pelantikan Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia NTT di GOR Oepoi Kupang, Minggu (1/11/2026).

Julie menjelaskan, dirinya terpilih memimpin Perkemi NTT melalui mekanisme organisasi yang berlaku. Setelah proses pendaftaran calon pengurus dan tahapan musyawarah dilaksanakan, dirinya memperoleh kepercayaan secara aklamasi untuk memimpin organisasi tersebut pada masa bakti 2026–2030.

Baginya, kepercayaan tersebut bukan sekadar amanah organisasi, tetapi juga tanggung jawab besar untuk membawa Perkemi NTT semakin berkembang dan berprestasi.

Julia Sutrisno Laiskodat lebih lanjut menyampaikan, salah satu modal utama yang dimiliki Perkemi NTT adalah besarnya potensi sumber daya atlet dan anggota Kempo yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Julie mengungkapkan, jumlah anggota atau Kenshi Shorinji Kempo di NTT mencapai sekitar 23.900 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 9.000 anggota tercatat aktif mengikuti kegiatan dan pembinaan.

Menurutnya, potensi tersebut merupakan kekuatan besar yang harus dikelola secara serius melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan organisasi, serta peningkatan kualitas atlet.

“NTT memiliki potensi yang sangat besar. Kita punya banyak Kenshi, terutama dari kalangan TK hingga mahasiswa. Ini menjadi kekuatan yang harus terus kita bina,” ungkap Julie.

Ia menegaskan, alasan dirinya bersedia terlibat dan memimpin Perkemi NTT karena Shorinji Kempo bukan sekadar olahraga bela diri yang mengandalkan kekuatan fisik.

Lebih dari itu, Kempo memiliki nilai luhur dalam membentuk karakter, kedisiplinan, mental, tanggung jawab, serta kepercayaan diri generasi muda.

“Saya memilih menjadi Ketua Perkemi NTT karena organisasi ini sangat disiplin dalam membentuk generasi muda, mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia lanjut menyampaikan, Pembinaan Kempo sendiri menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, perguruan tinggi hingga kalangan pekerja.

Dengan demikian, Perkemi tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali, tetapi juga memiliki kontribusi dalam membangun sumber daya manusia NTT yang disiplin, tangguh, dan berkarakter.

Ia menegaskan bahwa Prestasi juara umum di Bali, besarnya jumlah anggota, serta kontribusi atlet NTT dalam kejuaraan dunia menjadi tiga modal penting bagi kebangkitan Shorinji Kempo di Bumi Flobamora

“ melalui dukungan PB Perkemi, pemerintah daerah, dunia pendidikan, orang tua, serta seluruh insan olahraga, Perkemi NTT diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang tidak hanya bersinar di tingkat nasional, tetapi juga mengibarkan Merah Putih di panggung internasional” pungkasnya

Sementara itu, Ketua Umum PB Perkemi, TNI (Purn.) Prof. Dr. Agus Setiadji, S.A.P., M.A., mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan dalam kompetisi Shorinji Kempo internasional.

Pada World Taikai 2023 di Tokyo, Jepang, Indonesia berhasil menempati peringkat kedua dari 43 negara peserta dengan raihan 4 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu.

Menariknya, menurut Agus Setiadji, sebagian besar medali yang diperoleh Indonesia dalam kejuaraan tersebut merupakan kontribusi atlet-atlet asal NTT.

Fakta ini semakin mempertegas bahwa NTT memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet Kempo berkualitas yang mampu mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.

Dijelaskan pula, untuk menghadapi World Taikai berikutnya yang direncanakan berlangsung di Nagoya, Jepang, pada Oktober 2027, PB Perkemi tengah mempersiapkan kekuatan atlet nasional.

PB Perkemi merencanakan pengiriman lebih dari 150 Kenshi Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan Shorinji Kempo dunia.

Agus Setiadji juga menegaskan bahwa olahraga Kempo terus berbenah melalui peningkatan kualitas pembinaan, persiapan atlet, dan optimalisasi seluruh potensi organisasi.

Bahkan, ke depan Perkemi memiliki harapan besar agar Shorinji Kempo semakin berkembang dan mampu membuka peluang tampil dalam ajang olahraga multievent seperti SEA Games hingga Olimpiade.