Rote Ndao, SonafNTT-News.com – Kepedulian terhadap masyarakat nelayan bukan sekadar persoalan memperjuangkan program, tetapi juga menyangkut pengalaman hidup dan ikatan emosional dengan kehidupan masyarakat pesisir. Hal inilah yang menjadi bagian dari perjalanan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II, Usman Husin, yang kembali menyalurkan bantuan peralatan perikanan kepada kelompok nelayan di Kabupaten Rote Ndao.
Dalam kegiatan penyerahan bantuan yang berlangsung di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Senin (2/11/2026), sebanyak 77 kelompok nelayan menerima dukungan sarana perikanan berupa coolbox, mesin perahu, dan freezer ikan.
Bantuan tersebut terdiri dari 60 unit coolbox, 10 unit mesin diesel, 5 unit mesin Johnson, serta 2 unit freezer ikan. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan kelompok nelayan penerima manfaat.
Bagi Usman Husin, bantuan ini bukan sekadar penyaluran fasilitas perikanan, melainkan bagian dari upaya memperjuangkan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan keluarga nelayan.
Di hadapan para penerima bantuan, Usman menegaskan bahwa program tersebut merupakan hasil perjuangan aspirasi yang dibawanya melalui komisi terkait di DPR RI agar kebutuhan masyarakat nelayan mendapatkan perhatian dan dukungan nyata.
Pernah Merasakan Susahnya Kehidupan Nelayan
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Usman Husin menguraikan bahwa dekat dengan kehidupan masyarakat nelayan. Ia mengaku lahir dan dibesarkan dari keluarga nelayan sehingga memahami secara langsung bagaimana perjuangan masyarakat pesisir dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Bahkan, sejak kecil dirinya pernah merasakan pengalaman menjual ikan dengan menggunakan wadah dari lontar, berjalan berkeliling dari kampung ke kampung.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup yang terus mengingatkannya tentang pentingnya memperjuangkan kehidupan masyarakat nelayan.
“Saya mengetahui secara detail kehidupan nelayan karena orang tua saya juga nelayan. Bahkan saya sendiri pernah merasakan bagaimana menjual ikan dengan menggunakan wadah dari lontar, berjalan keliling dari kampung ke kampung. Jadi, saya tahu persis bagaimana keadaan dan perjuangan para nelayan,” ungkap Usman.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan harus benar-benar memberikan manfaat bagi penerima, terutama dalam membantu meningkatkan hasil tangkapan, menjaga kualitas ikan, serta memperkuat pendapatan ekonomi keluarga.
Ia berharap fasilitas tersebut dimanfaatkan secara efektif sehingga hasil kerja keras nelayan di laut dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.
Bantuan Gratis, Tidak Boleh Diperjualbelikan dan Tidak Ada Pungutan
Dalam kesempatan tersebut, Usman Husin juga memberikan penegasan penting kepada seluruh kelompok penerima manfaat agar menjaga dan memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.
Ia mengingatkan bahwa seluruh proses bantuan, mulai dari tahapan awal hingga penyerahan kepada kelompok nelayan, tidak dipungut biaya sepeser pun.
Bantuan tersebut juga tidak boleh diperjualbelikan ataupun disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
“Saya minta bantuan ini dimanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran. Jangan diperjualbelikan dan jangan sampai ada pungutan biaya sepeser pun. Seluruh proses bantuan ini gratis, mulai dari awal sampai penyerahan. Jika ada penyalahgunaan atau hal-hal yang tidak sesuai, silakan disampaikan secara terbuka karena masih banyak masyarakat nelayan yang membutuhkan,” tegasnya.
Usman juga menyampaikan bahwa pemanfaatan bantuan akan dipantau oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) agar peralatan yang diberikan benar-benar digunakan oleh kelompok penerima dan memberikan dampak positif bagi aktivitas perikanan.
Baginya, keberhasilan sebuah program bantuan tidak hanya diukur dari berapa banyak barang yang diserahkan, tetapi juga sejauh mana fasilitas tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Perjuangan Nelayan Tidak Berhenti di Rote Ndao
Usman Husin menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat nelayan di seluruh wilayah Dapil NTT II.
Perjuangan tersebut akan mencakup Kabupaten Rote Ndao, Sumba, Sabu Raijua, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, hingga Timor Tengah Selatan (TTS).
Menurutnya, wilayah pesisir NTT memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar. Potensi tersebut harus dikelola secara optimal agar mampu menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia mencontohkan kawasan perairan Pantai Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara yang memiliki kekayaan berbagai jenis ikan karang, ikan pelagis, udang, kepiting, hingga ikan demersal seperti kerapu, kakap, dan ikan merah.
Demikian pula kawasan Teluk Gurita dan Pantai Sukar Laran di Kabupaten Belu, serta Pantai Abudenok di Desa Umato’os, Kecamatan Malaka Barat, yang memiliki potensi perikanan dan aktivitas pendaratan ikan tradisiona
Sementara itu, kawasan pesisir Kolbano di Kabupaten Timor Tengah Selatan juga menyimpan potensi perikanan yang perlu terus dikembangkan.
“Potensi laut kita sangat besar. Karena itu, saya berharap para nelayan dapat memanfaatkan potensi tersebut dengan baik, didukung sarana dan prasarana yang memadai. Tujuannya agar ekonomi keluarga semakin kuat dan anak-anak nelayan bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.
Dari Nelayan untuk Masa Depan Keluarga
Sementara salah satu Nelayan penerima bantuan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian bagi nelayan Rote Ndao.ia menyebutkan bantuan seperti coolbox dan mesin perahu memiliki arti penting dalam mendukung aktivitas melaut. Coolbox dapat membantu menjaga kesegaran hasil tangkapan, sementara mesin perahu mendukung mobilitas nelayan dalam menjalankan aktivitas penangkapan ikan.
“Melalui pemanfaatan yang tepat, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas hasil tangkapan, serta membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga” ujarnya












