Jalan Nasional Harus Tetap Prima, PPK 2.2 BPJN NTT Gencarkan Pemeliharaan Rutin di Ruas Nurobo–Halilulik dan Pembersihan Saluran Drainase

Screenshot_20261106-081411_Instagram

Atambua, SonafNTT-News.com – Infrastruktur jalan nasional bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Lebih dari itu, jalan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat, penggerak roda perekonomian, serta akses penting bagi kelancaran distribusi barang dan jasa. Karena itu, menjaga kondisi jalan agar tetap bersih, terawat, aman, dan berfungsi optimal menjadi bagian penting dari pelayanan infrastruktur kepada masyarakat.

Komitmen tersebut terus diwujudkan melalui aksi nyata pemeliharaan rutin jalan nasional oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Nusa Tenggara Timur di bawah naungan Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur.

PPK 2.2 BPJN NTT Ryanto, ST, MT dalam keterangannya kepada wartawan kamis 6/11/2026 menyampaikan bahwa pemeliharaan rutin terus dilaksanakan di beberapa ruas strategis. Mulai dari pengendalian tanaman di ruas Nurobo–Halilulik hingga pembersihan saluran drainase di ruas Kefamenanu –Halilulik, Atambua–Motaain, serta Kefamenanu–Insana.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan jalan nasional agar tetap tertata, sekaligus memastikan saluran drainase dapat berfungsi dengan baik dalam mengalirkan air, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

“ Pengendalian tanaman di sepanjang ruas jalan memiliki peran penting dalam menjaga ruang pandang pengguna jalan, mengurangi gangguan vegetasi pada badan dan bahu jalan, serta menciptakan lingkungan jalan yang lebih tertib dan terpelihara” tegasnya

Sementara itu, pembersihan saluran drainase menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting. Saluran air yang bersih dan berfungsi optimal membantu mengurangi risiko penyumbatan serta genangan air yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan perjalanan.

Melalui kegiatan tersebut, kondisi bahu jalan dan saluran air di sejumlah titik kembali dibersihkan dan ditata. Ini menunjukkan bahwa pemeliharaan infrastruktur tidak selalu harus menunggu kerusakan besar terjadi. Justru melalui perawatan rutin dan berkelanjutan, potensi gangguan terhadap fungsi jalan dapat diantisipasi lebih awal.

Di balik kelancaran perjalanan masyarakat, terdapat pekerjaan pemeliharaan yang membutuhkan konsistensi, kedisiplinan, dan kerja sama tim di lapangan.

I lanjut menjelaskan bahwa, Pemeliharaan rutin yang dilakukan oleh Tim PPK 2.2 BPJN NTT menjadi bagian dari upaya menjaga konektivitas antar wilayah, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, serta memperlancar mobilitas kendaraan pengangkut hasil pertanian, perdagangan, dan berbagai kebutuhan ekonomi lainnya.

Baginya, akses jalan terjaga dengan baik, masyarakat memiliki dukungan infrastruktur yang lebih memadai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Jalan yang terawat juga menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran distribusi dan keterhubungan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

“ Pemeliharaan rutin adalah merupakan salah satu pekerjaan penting dan tanggung jawab berkelanjutan yang membutuhkan perhatian dan pelaksanaan secara konsisten” ujarnya

Ia juga menyebut, Sinergi antara jajaran pelaksana teknis dan tim di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap pekerjaan pemeliharaan berjalan sesuai kebutuhan kondisi ruas jalan.

Melalui pengendalian tanaman, pembersihan drainase, dan penataan lingkungan jalan, PPK 2.2 BPJN NTT terus mengambil bagian dalam menjaga kualitas pelayanan infrastruktur jalan nasional di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Pada akhirnya, keberhasilan pemeliharaan jalan tidak hanya dilihat dari bersihnya saluran air atau tertatanya bahu jalan, tetapi juga dari terjaganya fungsi infrastruktur yang menunjang keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Ia menegaskan bahwa semangat kerja nyata pemeliharaan rutin jalan nasional oleh tim PPK 2.2 Provinsi NTT guna memastikan jalan nasional tetap prima, demi mendukung konektivitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.