Ekonomi & Bisnis

Safira Anakay Mewakili Empat Warga  Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemkot Atas  Bantuan Beda Rumah 

Kupang,sonafntt-news.com. Safira Anakay mewakili dari empat keluarga yang tersebar di Kelurahan Fatufeto, Kelurahan Alak,Kelurahan Bakunase I,  dan Kelurahan Fontein menyampaikan  terima kasih yang berlimpah kepada   Pemerintah Kota Kupang  di bawah kepemimpinan  Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, dan Dr.Hermanus Man yang telah memberikan  perhatian melalui program bedah rumah. 

“Saya mewakili keluarga dari empat warga yang menerima bantuan bedah rumah  menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah membantu  membangun  rumah terutama bagi 
kami keluarga kurang  mampu. Sekali lagi terima kasih kepada Bapak Walikota dan jajaran yang sudah peduli dan membantu membangun rumah yang layak bagi orang tua kami, ini semua berkat Tuhan melalui pemerintah sehingga orang tua kami bisa tinggal di rumah yang jauh lebih baik dari yang dulu, bahkan pemerintah melengkapi dengan perabot rumah tangga berupa tempat tidur, meja dan kursi,” ujar Andi. Tak lupa ia juga menggunakan kesempatan tersebut untuk meminta agar pemerintah dapat memperhatikan fasilitas penerangan di wilayah itu.

Demikian ungkapan Safira Anakay saat  Walikota Kupang menyerahkan  kunci rumah yang telah selesai dibedah oleh Pemerintah Kota Kupang kepada 4 orang kepala keluarga di Kota Kupang,  3 dari 4 penerima bantuan bedah rumah merupakan para janda berusia lanjut dan penyandang disabilitas,Selasa (27/07/2021.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Kupang mengatakan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man terus berusaha agar program-program prioritas ini bisa berjalan dengan baik, Walikota  menyadari bahwa masih banyak warga yang membutuhkan bantuan, namun dirinya meminta masyarakat tetap bersabar karena keterbatasan anggaran Pemkot sehingga bantuan dilakukan secara bertahap dengan melihat skala prioritas.Walikota juga meminta para lurah untuk jeli dan cermat dalam melakukan pendataan terkait program-program bantuan “para lurah merupakan telinga dan mata pemerintah untuk melihat kebutuhan warga. Pendataan harus dilakukan lebih dini dan cermat agar tidak ada yang tercecer sehingga ketika anggarannya tersedia setiap usulan tersebut dapat dieksekusi oleh pemerintah sesuai  skala prioritas”, ujar sosok yang akrab disapa Jeriko ini.

Wali Kota kemudian menyambangi Kelurahan Bakunase I dan Kelurahan Fontein di Kecamatan Kota Raja. Wali Kota didampingi Camat Kota Raja Achrudin R. Abubakar, S.Sos, M.Si. menyerahkan kunci rumah yang telah selesai dibedah kepada Ibu Yuliana Djami di RT 09 RW 03. Yuliana  sehari-harinya bertanam sayur, hasilnya penjualan yang tidak seberapa  digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hadir pada kesempatan tersebut Lurah Bakunase I Wilhelmus Lego Diken, S.IP. 

Di Kelurahan Fontein Wali Kota Kupang menyerahkan kunci rumah kepada mama Yane A. Uru Hue di RT 14 RW 05, seorang janda yang juga penyandang disabilitas, ia hidup dari belas kasih keluarganya yang tinggal dekat disekitar rumahnya. 

Pantauan media ini, lokasi pertama penyerahan kunci bantuan bedah rumah di Kelurahan Fatufeto, rumah milik Oktovianus Y. Ratu Kore di RT 02 RW 01, yang diterima oleh istri dari Oktovianus, Nurnaningsih Ratukore yang sehari-hari bekerja serabutan demi menghidupi keluarga semenjak suaminya jatuh sakit beberapa tahun lalu. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang didampingi oleh Camat Alak, Yulianus Wilem Pally, SH dan Lurah Fatufeto, Wiljundaita Bunga.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Kelurahan Alak untuk menyerahkan kunci rumah kepada Safira Anakay di RT 11 RW 04. Safira Anakay berumur 66 tahun telah hidup menjanda dan tinggal menggantungkan hidup pada anaknya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pelabuhan lantaran dirinya mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya  sebelum dibedah, kondisi rumah Safira yang berdinding triplek tua dan sebagian bebak sudah reot dan hampir roboh serta tampak berlubang termakan rayap. 

Safira yang menggunakan kursi roda terharu ketika menyambut kunjungan Walikota Kupang. Ketika diberikan kesempatan ia menyampaikan ucapan terima kasihnya dengan suara  parau dan tertahan karena menahan haru. (SN/tim).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *