daerah

Johan Oematan Minta Pemprov NTT Serius Perhatikan Pembangunan Jembatan Termanu

Kupang,sonafntt-news.com. Jembatan Termanu merupakan satu-satunya jembatan yang menghubungkan Kecamatan Fatuleu Barat dengan Kecamatan Amfoang Barat Daya serta tiga kecamatan lainnya dan selama ini dilalui oleh masyarakat Amfoang yang ingin ke Kupang dan sebaliknya oleh karena itu, sebagai wakil rakyat saya minta kepada Pemerintah Provinsi NTT  dan Pemda Kabupaten Kupang  agar serius memperhatikan pembangunan Jembatan Termanu dimana sesuai kondisi di lapangan jembatan tersebut makin parah bahkan warga sulit melewati.

Demikian pernyataan Anggota DPRD Provinsi NTT Johan J. OEmatan, SH, M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, jumat 6 /11/2021.

Johan  Oematan menjelaskan  bahwa  Pembangunan  Jembatan Termanu saat ini sedang dikerjakan dan semoga benar-benar perhatikan kualitas jembatan   dengan baik mengingat musim telah tiba dan di sisi lain warga  setempat juga sulit melewati area tersebut  karena tidak adanya jembatan alternatif.

“Saya prihatin sekali dengan kondisi jembatan Termanu dan sangat beresiko  bahkan bisa menelan korban, sebuah contoh ril warga yang melewati jembatan biasanya memasang papan, ini sangat berbahaya jika musim hujan  oleh karena itu  Pemprov NTT  segera menyelesaikan jembatan tersebut dengan mengoptimalkan potensi yang ada dengan harapan menyelamatkan nyawa banyak orang “ungkapnya.

Menurut Anggota  DPRD NTT asal Partai Golkar  Jembatan Termanu sebagai salah satu sarana strategis untuk menghubungkan akses di wilayah Amfoang  dan solusinya  Pemprov NTT dan  Pemda Kabupaten Kupang harus menyiapkan jembatan alternatif yang layak dimanfaatkan  warga bukan membiarkan begitu saja.

Politisi  Partai Golkar dalam kesempatan itu mengatakan problem sosial  lainya yang dikeluhkan masyarakat  yakni  bantuan  bagi warga   yang mengalami dampak langsung dari seroja sampai saat ini belum diberikan  terutama  berkaitan dengan rumah yang rusak.

“Masyarakat sementara menunggu kepedulian pemerintah namun yang  disayangkan hingga saat ini bantuanpun belum tiba.Ini Manajemen  pemberian bantuan  seroja seperti apa, Pemda harus perjelas agar  publik tahu jelas” bebernya.

Sambungnya, musim hujan tahun ini lebih awal dari tahun sebelumnya  tetap pemerintah Kabupaten dan Provinsi menyiapkan langkah-langkah strategis dan efektif guna mengurangi resiko bencana   termasuk segera mempercepat bantuan rumah bagi warga akibat dampak seroja bulan april lalu. (Mf/SN).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *