daerah

Dekranasda NTT Perkenalkan Berbagai Motif Tenun Ikat Untuk Rombongan Laskar Rempah

Kupang, Sonafntt-news.com. Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) diwakili Maria Fransiska Djogo, selaku  Wakil Ketua Dekranasda NTT memperkenalkan  berbagai motif tenun ikat hasil warga NTT dari 24 Kabupaten/kota kepada rombongan Muhibab Budaya Jalur Rempah.

Diketahui,  Laskar Rempah yang tergabung dari 34 Provinsi di Indonesia ini mengunjungi Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT, untuk menimba ilmu dan mengenal lebih dekat hasil karya warga NTT khususnya  menenun.

Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, yang diwakili Maria Fransiska Djogo, selaku  Wakil Ketua Dekranasda NTT dalam keterangannya menguraikan  bahwa  warga NTT  memiliki banyak pengalaman di segala aspek  dan terutama kaum ibu memiliki keterampilan yang luar biasa  untuk menenun bahkan hal ini sudah dilakukan dari orang tua terdahulu.”Bagi ibu-ibu menenun merupakan sebuah kebiasaan  dan kekayaan budaya  serta sebagai salah satu ciri khas orang  NTT” ungkapnya.

Kehadiran Rombongan Laskar Rempah  di Dekranasda  NTT merupakan salah satu langkah strategis  untuk memperkuat kemitraan dan sekaligus  mengenal lebih dekat berbagai motif tenun ikat dengan keunikannya tersendiri. “Secara teknis kami perkenalkan motif-motif yang ada secara mini dari stand-stand yang disiapkan,”ujar Fransiska saat menerima rombongan  Laskar Rempah di halaman Dekranasda NTT, Minggu (26/6/2022).

Dihadapan 34 perwakilan dari setiap Provinsi Se-Indonesia,  Fransiska mengajak   generasi muda untuk belajar, merawat dan melestarikan tenun yang sudah diwariskan oleh orang tua terdahulu

Semua ini kekayaan intelektual dari nenek moyang kita. Sehingga kita upayakan agar anak muda mau melanjutkan budaya ini,” jelas istri  Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

Ia lanjut menerangkan, hingga saat ini Dekranasda NTT sudah mengajarkan 1000 orang anak muda, untuk belajar menenun, agar warisan budaya dari para leluhur tetap dilestarikan.

“Kita sudah ajarkan 1000 anak muda untuk belajar menenun. Dan sekarang mereka sudah mendapatkan penghasilan dari hasil tenun yang mereka buat,” ungkapnya 

Sementara Direktur Perlindungan Kebudayaan, Kemendikbud Ristek, Irini Dewi Wanti, SS, M.SP, menerangkan, kunjunnya di Provinsi NTT bukan hanya sekedar peserta dari Jalur Rempah namun mau mengenal lebih dekat kekayaan intelektual yamh merupakan hasil karya orang NTT.

 Tahun 2021 lalu, kekayaan intelektual masyarakat NTT sudah diusulkan penominasiannya untuk disetujui Unesco sebagai salah satu warisan budaya dunia. Salah satunya tenun NTT.

“Pengusulan tersebut  melalui mekanisme  dan prosesnya tentu dilakukan  sesuai ketentuan namun bisa mendadak.Diketahui   ada empat warisan budaya lain yang diusulkan,” ungkapnya.

Kata Irini Dewi Wanti, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki kekayaan intelektual yang sangat luar biasa bahkan penenun tersebut sebagai seniman yang memiliki keterampilan  khusus yang luar biasa.

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Pendidikan Kemendikbud Ristek, Yudi Wahyudin, SS, M.Hum, menjelaskan, budaya di Provinsi NTT memiliki kekayaan budaya yang luar biasa   dan  kiranya keterampilan yang dimiliki ibu-ibu khususnya menenun dapat diwariskan kepada generasi muda melalui pelatihan-pelatihan  di lapangan. “

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ina Laiskodat, menyampaikan terima kasih kepada rombongan  Laskar Rempah,  atas kunjungan  ke Dekranasda  NTT.

Pasca kunjungan ini, kedepan  akan memberikan manfaat bagi  NTT dimana saat peserta tiba kembali di daerah masing-masing akan  menyalurkan  informasi  baik  kepada pemda setempat,rekan kerja, sahabat bahkan kepada dunia luar termasuk menceritakan tentang kekayaan budaya,salah satunya tenun ikat. (Sn).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *