AHY Tinjau Pembangunan Ponpes Al Khoziny Rp122 Miliar, Progres Tembus 50 Persen

Screenshot_20260702-134205_Instagram

Sidoarjo, SonafNTT-News.com. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung pembangunan gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). Kunjungan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan proyek strategis yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berjalan sesuai target, tepat mutu, dan tepat waktu.

Dalam peninjauan tersebut, AHY didampingi Plt. Direktur Infrastruktur Dukungan Perekonomian, Peribadatan, Kesehatan, Olahraga dan Sosial Budaya Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Irawanto, serta Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Jawa Timur, Denny Kumara.

Berdasarkan informasi yang diterima pada Kamis 2/7/2026 Pembangunan gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui PT Waskita Karya menelan anggaran sebesar Rp122 miliar. Hingga akhir Juni 2026, progres pembangunan telah melampaui 50 persen dan kini memasuki tahap arsitektur, meliputi pemasangan dinding dan atap.

.
“Sampai dengan saat ini progres pembangunannya sudah lebih dari 50 persen. Beberapa bulan kedepan ini bisa kita tuntaskan,” ujar AHY saat meninjau lokasi proyek.

Menurut AHY, capaian tersebut menunjukkan pekerjaan berlangsung sesuai rencana. Namun, ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga mengutamakan kualitas konstruksi.
Ia menegaskan bahwa setiap tahapan pembangunan harus memenuhi standar keselamatan dan kelayakan bangunan. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tim teknis Kementerian Pekerjaan Umum, kontraktor pelaksana, serta konsultan pengawas agar hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan mampu dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Proses pembangunan harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan sesuai standar kelayakan. Tidak boleh ada pekerjaan yang dilakukan secara sembarangan,” tegas AHY.

Gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny diharapkan menjadi fasilitas pendidikan dan keagamaan yang lebih representatif bagi para santri. Selain meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar, pembangunan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur pendidikan berbasis keagamaan di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa dengan progres yang telah menembus lebih dari separuh pekerjaan, optimisme terhadap penyelesaian proyek dalam beberapa bulan kedepan semakin besar. Kehadiran langsung AHY di lapangan sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap proyek-proyek yang dibiayai negara agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sesuai kebutuhan.