Antisipasi Bencana Ekstrem, Komisi V DPRD NTT Sambangi PUSDALOPS BPBD
Kupang, SonafNTT-News.com. Komitmen memperkuat kesiapsiagaan bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali ditegaskan Komisi V DPRD NTT. Senin, 2 Januari 2026, Komisi V DPRD NTT melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS) BPBD Provinsi NTT untuk melihat secara langsung peran strategis pusat kendali tersebut dalam menghadapi bencana hidrometeorologi basah maupun kering yang kerap melanda daerah ini.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, dan diterima oleh Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi NTT Cornelis waduh beserta jajaran. Dalam kunjungan ini, rombongan DPRD meninjau sistem pemantauan, mekanisme pelaporan cepat, serta koordinasi lintas sektor yang dijalankan PUSDALOPS sebagai garda terdepan penanggulangan bencana.
Winston Neil Rondo menegaskan bahwa PUSDALOPS memiliki peran vital dalam upaya mitigasi dan respons cepat bencana, terutama di tengah meningkatnya potensi bencana ekstrim seperti banjir, longsor, cuaca ekstrem, hingga kekeringan panjang yang kerap berdampak luas di NTT. Menurutnya, kecepatan informasi dan akurasi data menjadi kunci utama dalam menyelamatkan masyarakat serta meminimalisir kerugian.
“PUSDALOPS bukan sekadar ruang kontrol, tetapi pusat pengambilan keputusan yang menentukan cepat atau lambatnya respons pemerintah terhadap bencana. Ini harus terus diperkuat, baik dari sisi SDM, teknologi, maupun dukungan anggaran,” tegas Winston.
Sementara itu, Plt. Kalaksa BPBD Provinsi NTT Cornelis Wadu menjelaskan bahwa PUSDALOPS berfungsi sebagai pusat integrasi data kebencanaan, mulai dari informasi cuaca, peringatan dini, hingga laporan kejadian bencana dari seluruh kabupaten/kota di NTT. Melalui sistem ini, BPBD dapat melakukan koordinasi cepat dengan instansi terkait, TNI-Polri, relawan, dan pemerintah daerah
Ia menegaskan Kunjungan kerja ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di NTT. Mengingat karakter wilayah yang rawan bencana basah dan kering, sinergi antara DPRD dan BPBD dinilai menjadi langkah strategis demi keselamatan dan ketahanan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
