Atasi Genangan dan Perkuat Layanan Air Bersih, Pemkot Kupang Siapkan Empat Paket Infrastruktur Tahun 2026

20261015_130154

Kupang, SonafNTT-News.com — Persoalan genangan air saat musim hujan dan kebutuhan air bersih yang belum sepenuhnya terpenuhi masih menjadi perhatian masyarakat perkotaan. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan sejumlah program infrastruktur untuk Tahun Anggaran 2026, dengan fokus pada pembangunan lubang resapan, pengadaan pompa air, rehabilitasi drainase, serta penataan kawasan dan fasilitas umum.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur dasar sekaligus mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih tertata, nyaman, dan tangguh menghadapi tantangan lingkungan.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari, mulai dari penanganan genangan air hingga penguatan pelayanan air bersih.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Cipta Karya Drainase Dinas PUPR Kota Kupang, Daniel Peo Gambe, ST, saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Rabu (15/10/2025), menjelaskan bahwa sejumlah paket pekerjaan telah disiapkan untuk dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026.

Menurut Daniel, pelaksanaan pekerjaan tersebut mengacu pada usulan masyarakat dan skala prioritas pembangunan, dengan mempertimbangkan kebutuhan infrastruktur di sejumlah wilayah Kota Kupang.

Lima Titik Lubang Resapan, Upaya Mengurangi Genangan

Salah satu program yang disiapkan adalah pembangunan lubang resapan pada lima titik di kawasan Kelapa Lima dengan alokasi anggaran sebesar Rp100 juta.

Pembangunan ini diarahkan untuk membantu mengurangi genangan air yang selama ini dapat bertahan selama dua hingga tiga jam, terutama ketika curah hujan tinggi.

Daniel menjelaskan bahwa pembangunan lubang resapan diharapkan dapat mempercepat surutnya genangan sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam waktu yang terlalu lama.

“Tujuan pembangunan ini untuk mengurangi genangan air yang sebelumnya bisa berlangsung dua sampai tiga jam. Targetnya, setelah pembangunan, genangan dapat surut dalam waktu kurang dari satu jam,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan drainase dan genangan perlu memperhatikan aliran air dari hulu menuju hilir agar sistem pembuangan air dapat berfungsi secara optimal.

Upaya tersebut menjadi penting bagi kawasan perkotaan yang menghadapi tantangan aliran air permukaan ketika hujan turun. Infrastruktur resapan yang direncanakan diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari solusi, dengan efektivitasnya bergantung pada kondisi tanah, kapasitas resapan, dan sistem drainase di sekitarnya.

Pompa Air Rp400 Juta untuk Mendukung Kebutuhan Warga Oesapa

Selain penanganan genangan, ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian dalam agenda pembangunan infrastruktur Kota Kupang tahun 2026.

PUPR Kota Kupang menyiapkan pengadaan satu unit pompa air yang berlokasi di Sumber Air Hitam dengan alokasi anggaran sebesar Rp400 juta dari APBD Murni 2026.

Program tersebut direncanakan untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Oesapa, menyusul kondisi debit air yang dilaporkan mengalami penurunan.

Menurut Daniel, jaringan pendukung di lokasi tersebut telah tersedia sehingga pengadaan pompa diharapkan dapat membantu mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang ada.

“Pompa air tersebut sebanyak satu unit dengan nilai anggaran Rp400 juta. Anggarannya sudah final melalui sidang perubahan anggaran tahun 2026,” ujarnya.

Pengadaan pompa ini menjadi salah satu langkah yang direncanakan untuk memperkuat infrastruktur pelayanan air bersih.

Namun, keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya ditentukan oleh tersedianya pompa. Kapasitas sumber air, kondisi jaringan distribusi, kebutuhan pelanggan, serta keberlanjutan operasional dan pemeliharaan juga akan menentukan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dengan demikian, pelaksanaan program diharapkan dapat diikuti dengan pengelolaan yang baik agar infrastruktur yang dibangun benar-benar mendukung pelayanan air bersih secara berkelanjutan.

Rehabilitasi Gedung dan Penataan Kawasan Perkotaan
Paket pekerjaan berikutnya mencakup rehabilitasi gedung kantor bersama yang berkaitan dengan sejumlah perangkat daerah, yakni Dinas Kependudukan, Dinas Pertanian, serta Dinas Pemuda dan Olahraga, yang berada di sekitar kawasan Dinas Perizinan Satu Atap.Program ini juga mencakup penataan taman dengan alokasi anggaran sebesar Rp75 juta.

Ia menyebutkan Rehabilitasi gedung dan penataan kawasan merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas fasilitas umum sekaligus mendukung lingkungan perkantoran yang lebih tertata.

Sambungnya, Keberadaan fasilitas publik yang terawat memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pelayanan pemerintahan. Sementara itu, penataan taman dan ruang terbuka dapat membantu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman apabila disertai pemeliharaan secara rutin.

“Melalui pekerjaan tersebut, penataan kawasan diharapkan tidak hanya menghasilkan perubahan secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang mengakses fasilitas pelayanan pemerintah “ ujarnya

Rehabilitasi Drainase Rp290 Juta di Fetor Fonay dan Air Mata

Perhatian terhadap sistem drainase juga diwujudkan melalui rencana rehabilitasi saluran air di Jalan Fetor Fonay dan Kelurahan Air Mata dengan alokasi anggaran sebesar Rp290 juta.

Daniel menjelaskan bahwa pekerjaan rehabilitasi drainase tersebut dikemas dalam satu paket, tetapi pelaksanaannya tersebar di sejumlah lokasi.

Program ini ditujukan untuk membantu memperlancar aliran air, terutama ketika musim hujan, sehingga potensi genangan di kawasan yang menjadi sasaran penanganan dapat dikurangi.

Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan bahwa bahwa Rehabilitasi drainase menjadi bagian penting dari pengelolaan infrastruktur perkotaan. Saluran yang mengalami kerusakan, penyumbatan, atau tidak mampu menampung aliran air dapat meningkatkan risiko genangan dan mengganggu mobilitas warga.

Karena itu, pekerjaan fisik perlu didukung dengan pengawasan kualitas konstruksi serta pemeliharaan berkala. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran juga diperlukan agar fungsi drainase dapat bertahan dalam jangka panjang.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Kupang diharapkan dapat memperkuat fungsi infrastruktur drainase di lokasi sasaran sekaligus meningkatkan kesiapan kawasan perkotaan menghadapi musim hujan.

Ia menegaskan bahwa semangat inilah yang menjadi bagian dari arah pembangunan Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis, dengan visi mewujudkan Kota Kupang yang tumbuh, tertata, dan tangguh melalui infrastruktur yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Hal tersebut menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mulai dari penguatan jalan dan sistem drainase, penataan ruang publik, hingga perhatian terhadap kelestarian lingkungan, seluruhnya perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi warga” tuturnya

Exit mobile version