Atasi Kelangkaan BBM di Amfoang, ESDM NTT Dorong Kapal Pertamina Masuk Naikliu dan Libatkan Bumdes-Kopdes
Kupang SonafNTT-News.com. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selama ini menjadi persoalan serius di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, akhirnya mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTT kini menyiapkan langkah strategis dengan mendorong kapal pengangkut BBM milik Pertamina masuk ke Pelabuhan Naikliu sekaligus melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari solusi distribusi energi di wilayah perbatasan tersebut.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT, Victor Manek saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPRD NTT, Selasa (26/5/2026).
Menurut Victor Manek, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi kelangkaan BBM yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di enam kecamatan wilayah Amfoang, yakni Amfoang Utara, Amfoang Timur, Amfoang Selatan, Amfoang Barat Laut, Amfoang Barat Daya dan Amfoang Tengah.
“Kami sudah membangun komunikasi dengan Pertamina agar mendorong kapal masuk ke Naikliu. Ini salah satu langkah penting untuk mendekatkan akses distribusi BBM bagi masyarakat Amfoang,” tegas Victor.
Tak hanya itu, pemerintah juga melihat adanya semangat dan daya juang masyarakat Amfoang untuk menghadirkan solusi mandiri melalui penguatan ekonomi desa. Karena itu, Bumdes dan Koperasi Desa Merah Putih didorong menjadi mitra strategis dalam penyaluran BBM di tingkat desa.
“Kalau ada Bumdes dan Kopdes, mari kita diskusikan bersama syarat-syarat dan langkah penanganannya. Bahkan kita bisa membangun komunikasi dengan agen BBM agar kuota disiapkan sesuai kebutuhan setiap desa,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini menyentuh persoalan mendasar masyarakat Amfoang yang selama bertahun-tahun menghadapi sulitnya akses energi. Warga sering harus menempuh perjalanan jauh dengan biaya tinggi hanya untuk mendapatkan BBM, bahkan tidak jarang mengalami antrian panjang dan kelangkaan stok.
Ia juga menyampaikan Kondisi geografis Amfoang yang berada di wilayah pegunungan dan pesisir utara Kabupaten Kupang membuat distribusi BBM menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, rencana menghadirkan kapal Pertamina ke Naikliu dinilai dapat memangkas jalur distribusi dan mempercepat pasokan BBM ke masyarakat.
Di sisi lain, keterlibatan Bumdes dan Kopdes Merah Putih dianggap sebagai terobosan baru yang bukan hanya menjawab kebutuhan energi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi desa. Skema ini dinilai dapat memperkuat kemandirian desa sekaligus memastikan distribusi BBM lebih dekat, merata, dan tepat sasaran.
Victor Manek juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah tiga kali menggelar rapat khusus membahas kelangkaan BBM di Amfoang. Bahkan aspirasi mahasiswa asal Amfoang turut menjadi perhatian pemerintah dalam menyusun skema distribusi BBM berbasis desa tersebut
