Atasi Krisis Air Bersih, Wali Kota Kupang Gandeng Pemprov NTT Lewat Kerja Sama Strategis
Kupang, SonafNTT-News.com. Krisis air bersih yang selama puluhan tahun membayangi Kota Kupang akhirnya mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kota Kupang bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi memperkuat sinergi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Jumat (16/1/2026).
Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SPAM pada Dinas PUPR Provinsi NTT dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Asisten Sekretaris Daerah Provinsi NTT dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang serta Gubernur NTT Melki Laka Lena.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa persoalan air bersih bukan sekadar urusan teknis, melainkan isu fundamental yang menyentuh hajat hidup masyarakat. Pertumbuhan penduduk yang meningkat pesat, keterbatasan sumber daya air, serta kondisi geografis Kota Kupang menjadi tantangan serius yang tidak bisa dihadapi secara parsial.
“Urusan air ini sangat kompleks. Penduduk terus bertambah, sumber air terbatas, dan kondisi wilayah kita juga tidak mudah. Karena itu, kerja sama ini menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Wali Kota.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT dan jajaran Pemprov NTT atas komitmen dan kolaborasi yang terbangun. Menurutnya, sinergi lintas pemerintahan menjadi kunci agar pelayanan air bersih di Kota Kupang dapat berjalan secara berkelanjutan dan merata.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Kupang saat ini tengah melakukan pembenahan serius terhadap SPAM Kaki Dendeng. Debit air yang saat ini berada di kisaran 52.000 liter per detik ditargetkan meningkat signifikan melalui perbaikan peralatan dan optimalisasi sistem SCADA yang selama ini mengalami gangguan.
“Kami sedang membenahi sistem SCADA, memperbarui peralatan, dan meningkatkan kapasitas produksi. Targetnya debit air bisa naik hingga 70.000 bahkan 90.000 liter per detik,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, Pemkot Kupang juga terus memperluas sambungan rumah (SR) agar layanan air bersih menjangkau lebih banyak warga. Wali Kota menegaskan, ketersediaan air bersih memiliki dampak langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
“Air ini soal kehidupan. Kalau air bersihnya baik, maka kesehatan masyarakat juga terjaga,” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengakui bahwa persoalan air bersih di Kota Kupang merupakan masalah lama yang belum terselesaikan hingga kini. Ia menyebut, krisis air telah menjadi persoalan klasik yang dirasakan lintas generasi.
“Masalah air di Kota Kupang ini sudah ada sejak dulu, sejak saya kecil sampai sekarang. Karena itu, kerja sama seperti hari ini menjadi sangat penting,” ungkap Gubernur.
Gubernur juga menekankan pentingnya pengelolaan air yang adil, terintegrasi, dan bebas dari praktik monopoli sumber air yang berpotensi menghambat distribusi kepada masyarakat. Ia berharap kerjasama ini mampu menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan bagi warga Kota Kupang.
Gubernur Melki juga mengajak seluruh pihak menjadikan kerja sama ini sebagai komitmen bersama melalui kerja sama lintas sektor agar krisis air bersih yang selama ini menjadi keluhan utama warga dapat segera teratasi.
