Bank NTT Cabang Lewoleba Hadir untuk Korban Gempa, Bantuan Pangan Diserahkan ke Posko Paroki Stella Maris Danga

IMG-20260820-WA0019

Flores,SonafNTT-News.comKepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan di tengah situasi bencana. Bank NTT Cabang Lewoleba menyerahkan bantuan kebutuhan pangan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi dan kini berada di lokasi pengungsian.

Bantuan berupa beras, telur, Sarimi, dan air mineral tersebut diserahkan di Posko Paroki Stella Maris Danga pada Kamis (20/8/2026). Bantuan diserahkan oleh teman-teman PC Mbay bersama staf yang mewakili PC Lewoleba dan diterima langsung oleh Pastor Paroki.

Langkah kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kepedulian Bank NTT terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana. Di tengah keterbatasan kebutuhan pokok di lokasi pengungsian, bantuan pangan diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba, Petrus Soba Lewar, dalam keterangannya menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk empati Bank NTT Cabang Lewoleba kepada masyarakat yang terdampak gempa, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan selama berada di lokasi pengungsian.

Menurutnya, bantuan tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan yang mendesak, meringankan beban hidup warga selama masa tanggap darurat, sekaligus mendukung pemenuhan nutrisi harian para pengungsi dan masyarakat terdampak.

“Bantuan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga serta meringankan beban mereka selama masa tanggap darurat,”ujarnya

Tidak hanya soal ketersediaan makanan, bantuan pangan juga memiliki arti penting dalam menjaga kondisi kesehatan masyarakat terdampak bencana. Beras dan mie menjadi sumber pangan yang mudah disiapkan, sementara telur membantu memenuhi kebutuhan protein. Air mineral juga menjadi kebutuhan penting bagi warga yang masih berada dalam kondisi darurat.

Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak, termasuk dunia perbankan dan lembaga sosial.
Bagi masyarakat yang kehilangan harta benda, rumah, maupun akses terhadap mata pencaharian akibat bencana, bantuan kebutuhan pokok dapat menjadi penopang penting untuk melewati hari-hari sulit. Lebih dari sekadar nilai materi, kehadiran dan perhatian dari berbagai pihak juga dapat memberikan dukungan moral bagi para korban.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para pengungsi serta masyarakat yang terdampak gempa. Dukungan seperti ini diharapkan terus berkembang menjadi gerakan solidaritas bersama agar proses pemulihan, baik secara fisik maupun psikologis, dapat berjalan lebih baik.