Nasional

Bobby Lianto Gaungkan Hilirisasi NTT di RAPIMNAS KADIN 2025: Menteri Pertanian Amran Sulaiman Beri Anggaran Tambahan Kakao Bagi Sumba Barat

Jakarta, SonafNTT-News.com. Suasana Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) KADIN Indonesia di Park Hyatt Hotel Jakarta memuncak ketika Ketua Umum KADIN Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, M.M., MBA, menyampaikan apresiasi sekaligus permintaan strategis langsung kepada Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan belasan menteri kabinet — mulai dari Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Mendagri, Menteri Pertanian, Menteri Pariwisata, Menteri Kesehatan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, hingga Kepala BKPM/Menteri Investasi. Masing-masing membahas arah kebijakan nasional dan peluang dunia usaha 2025–2026.

intervensi langsung Bobby Lianto yang mengangkat kembali masa depan sektor perkebunan dan hilirisasi industri di Nusa Tenggara Timur.
Apresiasi untuk Pemerintah: Revitalisasi Kakao Membawa “Berkat” ke NTT

Dalam forum nasional itu, Bobby Lianto — yang juga baru dilantik sebagai Ketua Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT — menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian atas program revitalisasi kakao di seluruh Indonesia, termasuk NTT.
Ia menceritakan pengalaman personal yang menyentuh: perjuangan orang tuanya membangun perkebunan kakao di Sumba Barat selama lebih dari 31 tahun, namun baru tahun 2025 merasakan hasil berkat melalui kebijakan revitalisasi yang digulirkan pemerintah.
“Program revitalisasi ini bukan hanya kebijakan. Bagi banyak petani di NTT, ini adalah harapan baru,” ujar Bobby di hadapan ratusan peserta RAPIMNAS.

Tak berhenti pada apresiasi, Bobby juga meminta pemerintah memberi kebijakan khusus untuk mendorong lahirnya hilirisasi industri di NTT. Ia menegaskan bahwa sektor kakao, kopi, kelor, dan komoditas unggulan NTT lainnya memiliki potensi besar jika diolah di daerah, bukan sekadar dikirim sebagai bahan mentah.

Menurutnya, hilirisasi adalah kunci untuk: meningkatkan nilai tambah komoditas, menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat posisi NTT dalam peta industri nasional.

Sementara Permintaan tersebut mendapat respons cepat, langsung, dan tegas dari Menteri Pertanian.

Respons Spontan Mentan: Tambahan Anggaran Kakao untuk Sumba Barat

Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yang hadir sebagai pembicara kunci, langsung merespons pernyataan Bobby tanpa ragu.

Di tengah ruang forum, ia berkata:
“Ketum KADIN NTT segera hubungi Bupati Sumba Barat. Ketemu Dirjen Perkebunan, dapat anggaran kakao.”
Pernyataan ini sontak menjadi sorotan karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor perkebunan NTT. Tambahan anggaran kakao tersebut dinilai sebagai quick response pemerintah terhadap aspirasi dunia usaha daerah.

Bobby Lianto: Suara NTT di Pusat Semakin Menguat

Melalui intervensi ini, Bobby Lianto kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai jembatan antara dunia usaha NTT dengan pemerintah pusat. Sebagai kandidat doktor di bidang manajemen, Ketua KADIN NTT, sekaligus Ketua Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT, ia menjadi salah satu tokoh yang konsisten membawa aspirasi petani dan pelaku usaha kecil ke tingkat nasional.

Respons cepat Mentan juga menjadi sinyal bahwa NTT mulai mendapat ruang perhatian khusus dalam kebijakan pertanian nasional, terutama sektor kakao.

Tambahan anggaran kakao ini diharapkan dapat mempercepat: rehabilitasi perkebunan kakao, peningkatan produktivitas petani, pembinaan kelompok tani, serta persiapan menuju hilirisasi di tingkat daerah.

Dengan dorongan kuat dari KADIN NTT dan dukungan langsung dari Kementerian Pertanian, Sumba Barat dan wilayah lain di NTT diprediksi memasuki fase baru dalam pembangunan perkebunan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *