BP3MI NTT Luncurkan Program “SMK Go Global”, Kursus Bahasa Gratis Siapkan Generasi Muda Kerja di Luar Negeri

20260717_122833

Kupang, SonafNTT-News.com. Kabar menggembirakan bagi generasi muda Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah tingginya minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri, Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT meluncurkan program strategis bertajuk “SMK Go Global”, sebuah terobosan yang membuka jalan bagi lulusan SMA/SMK dan masyarakat usia produktif untuk menembus pasar kerja internasional melalui pelatihan bahasa asing secara gratis.

Program ini bukan sekadar kursus bahasa, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia (SDM) NTT yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing global. Peserta akan dibekali kemampuan berbahasa Inggris, Jepang, dan Jerman selama tiga bulan sebelum mengikuti proses seleksi langsung oleh perusahaan pengguna tenaga kerja dari luar negeri.

Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, S.Sos., mengatakan bahwa program tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam menyiapkan calon pekerja migran Indonesia yang kompeten sekaligus terlindungi secara hukum.

“Kami memfasilitasi pelatihan secara gratis bagi calon pekerja migran. Setelah mengikuti pelatihan selama tiga bulan, mereka akan mengikuti seleksi oleh pemberi kerja. Kami juga bekerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan di Kota Kupang,” ujar Hamida kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, paradigma menjadi pekerja migran kini harus berubah. Bekerja di luar negeri bukan lagi dipandang sebagai pilihan terakhir, tetapi sebagai profesi yang membutuhkan keterampilan, disiplin, kemampuan bahasa, dan kompetensi sesuai standar internasional.

Karena itu, BP3MI NTT berkomitmen mencetak tenaga kerja yang profesional sehingga mampu memperoleh pekerjaan yang layak dengan penghasilan lebih baik serta memiliki perlindungan hukum yang jelas selama bekerja di negara tujuan.

“Pemerintah Provinsi NTT harus menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan. Dengan bekerja secara prosedural, perlindungan hukumnya terjamin dan pendapatan yang diperoleh dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Saat kembali ke daerah, mereka membawa pengalaman, keterampilan, dan modal untuk membangun masa depan,” jelasnya.

Melalui program SMK Go Global, peserta bebas memilih bahasa sesuai negara tujuan yang diminati.

“Adik-adik silakan memilih negara tujuan. Kami menyiapkan pelatihannya, memfasilitasi proses bekerja, bahkan biaya penempatan dapat didukung melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT dengan bunga sekitar enam persen per tahun,” ungkap Hamida.

Untuk menjamin kualitas pelatihan, BP3MI NTT menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pelatihan kerja (LPK) yang telah memiliki reputasi baik dan instruktur bersertifikat nasional.

Di antaranya Universitas Citra Bangsa Kupang yang memiliki LPK bahasa asing, meliputi Bahasa Inggris, Jerman, Jepang, Mandarin, serta sejumlah program pelatihan lainnya. Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan Poltekkes Kemenkes Kupang dan Universitas San Pedro Kupang dalam mendukung peningkatan kompetensi calon pekerja migran.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai bahasa asing, tetapi juga memiliki karakter kerja, etika profesional, dan keterampilan sesuai kebutuhan industri di negara-negara tujuan seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, hingga negara-negara Eropa lainnya.

Program SMK Go Global menjadi salah satu strategi BP3MI NTT untuk mengurangi angka pengangguran sekaligus menekan praktik pengiriman pekerja migran secara nonprosedural yang selama ini masih menjadi persoalan di NTT.

Dengan membuka akses pelatihan gratis, memperkuat kemitraan dengan dunia pendidikan, serta menyediakan dukungan pembiayaan penempatan, BP3MI NTT optimistis semakin banyak generasi muda NTT yang mampu bersaing di pasar kerja internasional secara aman, legal, dan bermartabat.

Program ini sekaligus menjadi harapan baru bahwa putra-putri NTT tidak hanya dikenal sebagai pekerja migran, tetapi sebagai tenaga kerja profesional yang membawa nama baik Indonesia di tingkat global.

Exit mobile version