BPDAS Noelmina dan Anggota DPR RI Usman Husin Dorong Peningkatan Sumur Bor Guna Atasi Krisis Air dan Optimalkan Lahan Kehutanan Jadi Area Pertanian Produktif
Kupang, Sonaf NTT-News.com. Upaya serius dalam menangani krisis air dan memaksimalkan pemanfaatan lahan kehutanan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus digencarkan. Kepala BPDAS Noelmina, Kludolfus Tuames, SP, bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, Fraksi PKB, menyuarakan pentingnya percepatan pembangunan sumur bor di daerah-daerah rawan kekeringan serta pengembangan lahan tidur menjadi area pertanian produktif.
Pantauan media, kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang dilaksanakan di Hotel Neo Aston, Kamis 7/8/2025.Turut hadir Jajaran Pejabat Struktural BPDAS Noelmina, Anggota DPR Fraksi PKB Kota Kupang Roy Pandie, Tenaga Ahli Fraksi PKB Wiliam Iksan, Tenaga Ahli Daerah Yorim Boymau, Mahasiswa lingkup Kota Kupang, dan pemerhati lingkungan Hidup.
Kepala BPDAS Noelmina, Kludolfus Tuames, SP kondisi geografis NTT sangat berbeda dengan wilayah lain di Indonesia. Wilayah ini memiliki ribuan Daerah Aliran Sungai (DAS) kecil yang rentan terhadap kehilangan air hujan karena posisi topografi yang dekat antara gunung dan laut. Jika tidak dilakukan upaya konservasi seperti penanaman pohon dan perlindungan tutupan lahan, air hujan yang merupakan berkah Tuhan akan cepat mengalir ke laut tanpa sempat diserap tanah.
Menurutnya, Kehadiran Usman Husin di NTT merupakan bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan DPR terhadap program-program mitra Komisi IV, khususnya dalam memastikan bahwa anggaran yang telah disetujui di tingkat pusat benar-benar terealisasi di lapangan. Hal ini penting untuk memastikan kegiatan rehabilitasi hutan dan konservasi sumber daya alam berjalan sesuai dengan kebutuhan spesifik daerah.
Ia menegaskan bahwa tantangan utama di wilayah ini adalah cepatnya air hujan mengalir ke laut akibat minimnya tutupan vegetasi dan keterbatasan sistem resapan. Oleh karena itu, pembangunan sumur bor dipandang sebagai solusi krusial, di samping upaya rehabilitasi hutan melalui penanaman pohon dan konservasi berbasis DAS.
Sementara itu, Anggota DPR RI Usman Husin menyoroti banyaknya lahan tidur milik Kementerian Kehutanan di NTT, terutama di Dapil II, yang berpotensi besar menjadi lahan pertanian produktif. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus mendorong pemanfaatan lahan-lahan ini agar masyarakat, khususnya generasi muda yang tertarik pada pertanian, bisa mendapatkan akses, pendampingan, dan manfaat ekonomi secara langsung.
“Saya akan perjuangkan agar lahan-lahan kehutanan yang belum dimanfaatkan ini bisa dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk menjadikan hutan sebagai bagian dari solusi pembangunan tropis yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan iu, Anggota DPR RI asal Parti Kebangkitan Bangsa ia menyampaikan Kolaborasi antara DPR RI dan BPDAS Noelmina ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat: ketersediaan air, pemanfaatan lahan, dan peningkatan ekonomi lokal
Ia menegaskan pembangunan sumur bor dan penanaman tanaman berumur panjang menjadi solusi strategis, sekaligus bagian dari program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) yang diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
