BPJN NTT Targetkan Jalur Alternatif Trans Timor Rampung 3 Hari, Maksimal 5 Hari
Kupang, SonafNTT-News.com. Upaya percepatan pembukaan jalur alternatif Jalan Trans Timor kini terus dikebut pasca ambruknya Jembatan di Kilometer 38 Oelamasi, Kabupaten Kupang, pada Kamis (26/3/2026).
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT (BPJN NTT) bergerak cepat menanggapi kondisi akses yang terdampak, dengan target cepat: rampung dalam waktu tiga hari, atau paling lambat lima hari.
Kepala BPJN NTT, Janto, menegaskan bahwa progres di lapangan menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, dua dari empat gorong-gorong yang menjadi bagian penting konstruksi telah berhasil dipasang. Ini menjadi indikator kuat bahwa jalur alternatif segera bisa difungsikan, khususnya bagi masyarakat yang hendak menuju wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, hingga Malaka.
“Dengan kerja sama tim di lapangan, kami optimis jalur ini segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Janto kepada wartawan, Jumat (28/3/2026).
Ia lanjut menjelaskan, BPJN NTT juga menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat pengerjaan. Koordinasi intens dilakukan bersama Dinas PUPR Kabupaten Kupang, Polres Kupang, serta Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kupang. Sinergi ini dinilai krusial dalam membuka akses darurat sekaligus memastikan distribusi logistik tetap berjalan.
Langkah cepat ini bukan tanpa tantangan. Faktor cuaca menjadi penentu utama keberhasilan target waktu yang telah ditetapkan. Meski demikian, optimisme tetap tinggi seiring solidnya kerja sama lintas sektor di lapangan.
Di tengah upaya percepatan Pembukaan jalur alternatif Jalan Trans Timor Janto juga mengimbau masyarakat untuk bersabar. Harapan besar disematkan agar cuaca tetap bersahabat sehingga pembangunan jalur alternatif ini dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan secara maksimal.
