Rote Ndao, SonafNTT-News.com. Festival budaya Hus Kuda Usman Husin Cup II kembali menunjukkan bahwa warisan budaya lokal selain memiliki nilai historis, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, memperkuat sektor pariwisata, dan memperkenalkan identitas daerah ke tingkat yang lebih luas. Ribuan masyarakat yang memadati Lapangan Ombok, Desa Busalangga Barat, Kecamatan Rote Barat Laut, menjadi bukti bahwa budaya dapat menjadi kekuatan pembangunan apabila dikelola secara berkelanjutan.
Kegiatan yang diinisiasi Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, berhasil menghadirkan sekitar 5.000 pengunjung dari berbagai wilayah di Kabupaten Rote Ndao. Festival ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara yang datang menyaksikan secara langsung tradisi Hus Kuda, sebuah warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Pulau Rote.
Pantauan media, sejak pagi hari, kawasan Lapangan Ombok dipenuhi masyarakat. Sebanyak 450 ekor kuda bersama para Manasaindala—penunggang kuda yang mengenakan busana adat khas Rote—menampilkan atraksi budaya yang memukau. Iringan bunyi gong, tarian adat, serta parade ratusan kuda menciptakan suasana semarak yang memperlihatkan kekayaan tradisi Rote kepada ribuan pengunjung.
Kehadiran unsur Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, para Maneleo (tokoh adat), kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa festival ini menjadi ruang kolaborasi lintas unsur dalam menjaga warisan budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat.
Bagi Usman Husin, penyelenggaraan Hus Kuda memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar sebuah pertunjukan budaya.
“Kami ingin Hus Kuda semakin dikenal. Kedepan kegiatan ini akan kami jadikan agenda tahunan dan dipadukan dengan pacuan kuda sehingga menjadi daya tarik wisata yang lebih besar serta mampu mengangkat nama NTT dan salah satunya Kabupaten Rote Ndao di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Anggota DPR RI Fraksi PKB
Ia menguraikan bahwa langkah ini sebagai upaya menjadikan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Ketika sebuah tradisi mampu menarik ribuan pengunjung, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor pariwisata, tetapi juga oleh pelaku usaha kecil, pedagang, penyedia transportasi, hingga masyarakat yang menyediakan jasa pendukung selama kegiatan berlangsung.
Manfaat ekonomi festival pun mulai dirasakan secara nyata. Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami peningkatan penjualan yang signifikan selama acara berlangsung. Salah seorang pedagang salome bahkan mengungkapkan bahwa seluruh dagangannya habis terjual sehingga ia harus beberapa kali kembali mengambil stok tambahan untuk memenuhi permintaan pengunjung.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa festival budaya dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Perputaran uang yang terjadi selama kegiatan memberi manfaat langsung kepada pelaku usaha lokal dan menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Hus Kuda juga menjadi ruang memperkuat identitas budaya dan semangat gotong royong masyarakat Rote. Tradisi ini mempertemukan warga dari berbagai desa dalam suasana kebersamaan, sekaligus menjadi media pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Keberhasilan penyelenggaraan Hus Kuda Usman Husin Cup II menunjukkan bahwa daerah memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya. Dengan dukungan pembinaan, promosi, dan pengembangan infrastruktur yang memadai, festival semacam ini berpeluang berkembang menjadi agenda wisata tahunan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia juga menambahkan bahwa Karena itu, event budaya Hus Kuda Usman Husin Cup II memiliki nilai strategis untuk mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Penguatan festival budaya yang memberi dampak nyata bagi pelestarian tradisi, pengembangan pariwisata, dan pertumbuhan UMKM dapat menjadi salah satu cara memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal.
