Bupati Kupang Minta Tim PBSPR Korban Seroja Agar Jalankan Tugas Sesuai Ketentuan Yang Berlaku

Kupang,sonafntt-news.com.  Menindaklanjuti bencana badai seroja 4 April 2022, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur  meminta  kerjasama yang baik  agar Tim Pelaksana  Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah (PBSPR)  terhadap Korban Seroja agar menjalankan tugas sesuai ketentuan  yang berlaku sehingga menjawab harapan masyarakat yang mengalami dampak langsung dari  Badai seroja.

Demikian permintaan Bupati Kupang Drs.Korinus Masneno  saat memimpin rapat  Persiapan  sosialisasi   Juknis dan Verifikasi  Validasi Data Korban  Seroja.

Disaksikan media ini berlangsung di ruang rapat Bupati Kupang di Oelamasi pada hari Rabu, 06 April 2022. Dihadiri oleh Forkopimda Kab. Kupang, para pimpinan OPD terkait beserta Tim Teknis dan NGO/LSM.

Bupati Kupang Korinus Masneno  saat memimpin rapat  menguraikan  bahwa sesuai laporan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemerintah Pusat memberikan dukungan dana untuk menangani masalah seroja  4 april 2021 oleh karena itu  tim  tim pelaksana bantuan stimulan perbaikan rumah yang dipercayakan agar benar-benar memahami dan mentaati petunjuk teknis yang sudah disusun berdasarkan petunjuk yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. Tim koordinasi tingkat kabupaten Kupang yang  terdiri dari Tenaga Teknis 30 orang  dari OPD terkait akan segera melaksanakan sosialisasi dan verifikasi serta validasi di lapangan. 

“Dengan kehadiran tim Forkopimda kabupaten  Kupang dan semua pihak terkait dalam sosialisasi ini, kiranya kita dapat melihat apakah ada kesulitan atau tidak saat melakukan operasional di lapangan. Jika tidak ada kesulitan, maka akan dilakukan verifikasi agar paling lambat minggu ke-3 sudah launching operasional penyerahan bantuan”, tegas Korinus Masneno. 

Bupati Kupang, Korinus Masneno mengatakan bahwa untuk menangani masalah Seroja, Pemerintah Pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar 229.090.000.000 yang saat ini telah ditampung di bank BRI. Karena itu dana tersebut diperuntukkan oleh 11.000 lebih rumah masyarakat kabupaten  Kupang yang terkena bencana Siklon Seroja yang telah diverifikasi (by name by address) oleh APIP BNPB. Diantaranya, dalam kategori rusak ringan senilai Rp. 10.000.000, rusak sedang Rp. 25.000.000 dan rusak berat Rp. 50.000.000 melalui bantuan Stimulan perbaikan rumah

Bupati Kupang juga mengingatkan agar jangan coba-coba bermain dengan dana bencana Seroja jika tidak ingin ada masalah. “Libatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa sebagai tim teknis di desa-desa terkait. Kalau bisa besok harus segera dieksekusi agar setelah hari raya Paskah, bantuan sudah bisa diserahkan berupa buku rekening.”

Sementara  Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang, Semmy Tinenti, petunjuk teknis ini mengacu pada SK Bupati Kupang nomor : 492/KEP/HK/2022. Bantuan stimulan rumah bersumber dari bantuan BNPB dan bantuan siklon Seroja yang diperuntukan bagi masyarakat terdampak Seroja. Dana tersebut sudah dipindah bukukan di rekening BPBD pada 11 Maret 2022 secara Virtual Account dan masih terblokir. Sebagaimana yang disampaikan Bupati Kupang tentang besaran perbaikan rumah bagi kriteria rumah rusak berat sedangkan bagi kriteria rumah rusak ringan dan rusak sedang akan diberi kompensasi biaya yang sudah dikeluarkan untuk memperbaiki rumah sebelum adanya bantuan dan dana yang belum digunakan akan digunakan juga untuk pembelian bahan bangunan. 

Dandim 1604/Kpg Letkol Inf. Muhammad Iqbal Lubis dalam kesempatannya mengatakan bahwa kegiatan ini akan sukses jika semua bekerja sama dan saling mengingatkan dalam kekurangan di lapangan baik tim teknis maupun kepala BPBD. Seperti yang sudah disampaikan Bupati Kupang, data yang di verifikasi harus valid dan jangan terlewatkan agar tidak menimbulkan dinamika di lapangan. 

Sementara Kapolres Kupang FX Irwan Arianto mengatakan harus hati-hati dalam pelaksanaan teknis. Masyarakat yang rumahnya rusak berat menerima bantuan berupa rumah bukan menerima uang. Kiranya tim teknis selalu berkoordinasi dengan segala unsur terkait di lapangan serta melakukan sosialisasi dengan benar. 

“Kami dari TNI/Polri siap melakukan pendampingan dari sosialisasi hingga pelaksanaan penyerahan bantuan tersebut mulai dari desa sampai ke dusun. Agar tidak terjadi penyelewengan pada bantuan ini.”

Kajari Oelamasi Ridwan Ansar juga menegaskan agar terkait pembangunan bantuan rumah di kab. Kupang, data yang diverifikasi harus benar-benar sesuai dan tepat sasaran. Karena ini berkaitan dengan kepentingan orang banyak sehingga menghindari adanya laporan ketidakpuasan dalam penanganan penyerahan bantuan seroja tersebut. (Sn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *