Direktorat Jendral Imgirasi Resmi Tetapkan Paspor Biasa Berlaku 10 Tahun

Jakarta,Sonafntt-news.com. Menteri  Hukum dan Hak Asadi Manusia melalui Direktorat Jendral Imigrasi resmi menetapkan penggunaan paspor biasa berlaku selama 10 Tahun.Penetapan tersebut mengacu terhadap  Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 18 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor.

Dalam surat tersebut di uraikan  beberapa point penting diantaranya Masa berlaku Paspor biasa paling lama 10 tahun diberlakukan untuk semua jenis permohonan paspor biasa. Ketentuan terkait biaya PNBP mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;

Point kedua ;  Pemberlakuan masa berlaku Paspor biasa paling lama 10 tahun hanya diberikan bagi WNI yang telah berusia 17 (tujuh belas) tahun atau sudah menikah; 3. Subyek WNI yang tidak termasuk dalam ketentuan sebagaimana dinyatakan pada  angka 2 diberikan Paspor biasa dengan masa berlaku paling lama 5 tahun; 4. Pemberlakuan masa berlaku Paspor biasa yang diterbitkan bagi anak berkewarganegaraan ganda tidak boleh melebihi batas usia anak tersebut untuk menyatakan memilih kewarganegaraannya, dengan simulasi sebagai berikut: 6 bulan a. Anak Berkewarganegaraan Ganda usia 18 tahun 6 bulan, sisa 2 tahun sampai usia 21 tahun, maka diberikan paspor yg masa berlaku s/d 2 tahun: b. Anak Berkewarganegaraan Ganda usia 20 tahun 6 bulan, sisa 6 bulan sampai usia yang bersangkutan 21 tahun, maka ditunda pemberian paspor s/d memilih kewarganegaraannya; 5. Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) pertama kali diberlakukan paspor dengan biaya nol rupiah dengan masa berlaku paling lama 10 (sepuluh) tahun dengan disertai surat rekomendasi dari instansi terkait berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 09 Tahun 2012 Tentang Penerbitan Paspor Biasa Bagi Calon Tenaga Kerja Indonesia;

Pelaksanaan implementasi kebijakan penerbitan Paspor biasa dengan masa berlaku paling lama 10 tahun mulai berlaku bagi permohonan yang diajukan pada tanggal 12 Oktober 2022. 

Berdasarkan surat keputusan tersebut, agar   Kepala Kantor Imigrasi di wilayah kerja di seluruh Indonesia  untuk melaksanakan hal hal sebagai berikut: 1. Petugas Kantor Imigrasi melakukan update aplikasi DPRI dan modul pencetakan paspor sesuai panduan yang dapat diunduh Links: http://tiny.cc/updatecetakpaspor; 2. Petugas wawancara melakukan hal sebagai berikut: a. Petugas wawancara melakukan verifikasi pemohon dalam rangka menentukan kategori subjek pemberlakuan masa berlaku paspor; b. Petugas wawancara memberikan penilaian/catatan tertulis pada dokumen permohonan yang memuat masa berlaku paspor untuk dapat diteruskan kepada Kabid/Kasi/Kasubsi dibidang Dokumen Perjalanan atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk: 3. Kabid/Kasi/Kasubsi dibidang Dokumen Perjalanan atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk: a. Menerima dan melakukan pemeriksaan ulang terhadap hasil penilaian/catatan tertulis yang telah diberikan oleh petugas wawancara; b. Melakukan koreksi atas penilaian/catatan tertulis yang telah diberikan oleh petugas wawancara jika ditemukan adanya ketidaksesuaian; c. Melakukan pengecekan ulang terhadap hasil pencetakan yang dilakukan oleh petugas cetak Paspor biasa; d. Melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan pemberlakuan kebijakan masa berlaku Paspor Biasa paling lama 10 (sepuluh) tahun secara intensif; dan yang terakhir point 4. Petugas Pencetakan melaksanakan pencetakan paspor berdasarkan hasil penilaian/catatan tertulis dari Kabid/Kasi/Kasubsi secara teliti dan penuh tanggung jawab. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *