Politik

Dorong PAD, Komisi III DPRD NTT Dukung Suntikan Modal 75 Miliar Bagi 4 BUMD

Kupang, SonafNTT-News.. Upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mendapat dukungan penuh dari Komisi III DPRD NTT. Melalui hasil pembahasan bersama pemerintah daerah, Komisi III secara resmi menyetujui rencana penyertaan modal sebesar Rp75 miliar untuk Empat BUMD strategis, yakni Bank NTT, PT.Flobamora, PT Kawasan Industri Bolok (KIB Bolok), dan PT Jamkrida NTT.

Ketua Komisi III DPRD NTT, Yohanes De Rosari, dalam keterangannya pada Jumat, 14/11/2026, menjelaskan bahwa alokasi penyertaan modal tersebut akan mulai berlaku pada tahun 2026 hingga 2029, sebagai langkah strategis guna memperkuat ketahanan BUMD dan meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Total penyertaan modal yang disetujui sebesar Rp75 miliar, dengan rincian Bank NTT Rp30 miliar, Jamkrida 21 Miliar, PT.Flobamora 12 Miliar dan PT Kawasan Industri Bolok Rp12 miliar. Ini adalah strategi penting untuk mengoptimalkan PAD,” tegas Yohanes Politisi dari Partai Golkar

Lebih jauh, ia menekankan bahwa setiap BUMD harus memiliki inovasi yang berkelanjutan, kinerja yang terukur, dan output yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan daerah.

Menurutnya, dana besar yang dikelola BUMD harus sejalan dengan pencapaian nyata dalam pelayanan publik maupun nilai tambah ekonomi.

“BUMD-BUMD harus menciptakan inovasi-inovasi baru dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” tambahnya.

Komisi III juga meminta pemerintah dan seluruh BUMD terkait untuk melakukan audit investigasi terhadap penggunaan keuangan sebelumnya sebelum penyertaan modal dijalankan. Langkah ini diperlukan demi memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan anggaran.

“Penyertaan modal ini harus diikuti dengan audit investigasi agar jelas penggunaan keuangan sebelumnya. Setelah itu barulah pengembangan dan penyuntikan modal dilakukan sesuai ketentuan,” ujar Yohanes De Rosari.

Ia menegaskan,dukungan ini sekaligus menandai komitmen DPRD NTT dalam mendorong penguatan BUMD sebagai motor penggerak ekonomi daerah, terutama dalam menjawab tantangan fiskal dan meningkatkan kemandirian ekonomi NTT di masa mendatang.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *