daerah

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Dari Desa/Kelurahan, Gubernur NTT Resmi Launching 44 Program Unggulan OVOP

Kupang, Sonaf NTT-News.com.Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi meluncurkan 44 program unggulan One Village One Product (OVOP) dengan tujuan dasar mendorong pertumbuhan ekonomi Desa/ Kelurarahsn ke arah yang lebih baik dengan memaksimalksn sumber daya yang ada.

Pantauan media, kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Gubernur NTT.Turut hadir Wakill Gubernur NTT Johanis Asadoma, Ketua DPRD NTT, Kejati NTT, Bupati Sumba Barat Daya, Walikota Kupang, Pimpinan SKPD dan Pegawak Lingkup Provinsi NTT, Pihak Perbankan, Para Pengusaha dan Pelaku UMKM, Selasa (27/5/2025),

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa program unggulan One Village One Product (OVOP) merupakan salah satu pilar utama untuk mengoptimalkan setiap potensi yang ada di desa/ Kelurahan se- NTT

“ Dari ladang dan laut ke pasar, Efisien, Moderen dan Aman. Ini merupakan panggilan bagi kita semua untuk memaksimalkam potensi alam yang kita miliki dah mewujudkan melalui tindakan nyata untuk membangkitkan ekonomi masysrakat dan hal ini harus dimulai desa/kelurahan” ungkapnya

Menurutnya,untuk mensukseskan program ini harus adanya sinergitas yang baik dengan melibatkan unit Usaha Desa Desa, seperti Bumdes, Koperasi untuk mendorong aktifitas ekonomi Desa dan sekaligus pengembangan infrastruktur pendukung seperti Koperasi Merah Putih kebijakan dari Presidem Prabawo Subianto.

Ia lanjut menerangkan Program ini merupakan salah satu langkah strategis yang di mulaì ladang dan laut ke pasar,Efisien, Moderen dan Aman untuk menimgkatkan interaksi ekonomi dengan memsksimalkan potensi yang di miliki.

Program OVOP juga merupakan satu yang mengusung gerakan transformasi sosial, Ekonomi dan Budaya. “Setiap Desa/.Kelurahan di dorong mengoptimalkan setiap produk unggulan yang di milikinya dan harus mengamalkan semangat inovasi dengan memanfaatkn budaya kearifan lokal yang di wariskan oleh leluhur .

“Kita percaya setiap Desa/Kelurahan memiliki produk unggulan yang bisa di pasarkan maupun di tingkat kabupaten, Provinsi, Nasional bahkan di level dunia” ungkanya

Gubernur Laka Lena menyampaikan Program OVOP lahir melalui kajian yang berbasis data karena NTT secara keseluruhan memiliki tanah yang luas, Sumber Daya alam yang luar biasa dan beraneka ragam dimana setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing. Selakn itu, NTT juga memiliki potensi pertanian, peternakan dan energi terbarukan yang tersebar luas pada 22 Kabupaten/Kota yang berskala Internasional.

Di uraikan bahwa, Laut Sawu yang menghubungkan 10 Kabupaten di NTT memiliki ekosistem laut yang tersebar dan kayu di dunia serta memiliki keaneragaman yang luar biasa dengan 5000 spesies karang
2.500 spesies ikan. Selain itu, informasi yamg di peroleh sekitar 3,5 juta hektar wilayah laut NTT menyimpan potensi bisa di kelola untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan bahkan mendambah pendapatan bagi negara

Melki Laka Lena menegaskan Program OVOP merupakan wujud nyata untuk mendoromg pertumbuhan ekonomi hingga sampai tingkat Desa /kelurahan dan hal ini juga sebagai salah satu langkah strategis untuk mengakomodir kepentingan masyarakat Desa dan martabat orang NTT.” Kita ingin memastikan dengan keunggulan yang dimiliki, bisa mengolah produk lokal melalui berbagai inovasi yang selama ini jual mentah ke depan bisa menjadi nilai tambah untuk dipasarkan di tingkat nasional bahkan internasional dengan efektif” ungkapnya

Gubernur Melki, lanjut menerangkan melalui sinergitas yang baik seluruh komponen akan melahirkan berbagai inovasi dan meningkatkan produksi yang bermuara terhadap gerakan Beli NTT “ Setiap produk umggulan desa/kelurahan ke depan kalau sudah di tata dengan baik akan dipasarkan di tingkay Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi, Orang NTT harus menggunakan produk-produk yang di hasilkan oleh masyarakat untuk memacu pertumbuhan ekonomi sedangkan data yang kami miliki NTT mengalami defisit perdagangan: mengimpor barang senilai Rp59 triliun dari luar NTT, sementara ekspor hanya mencapai Rp41 triliun. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai mencintai dan membeli produk lokal.

“Kalau produk-produk kita sudah lolos BPOM dan sertifikasi nasional, maka harus masuk pasar NTT oleh karena itu orang NTT harus membeli hasil karya orang NTT”tegasnya

Dalam kesempatan itu Gubernur Laka Lena bersama pimpinan SKPD lingkup NTT, Bupati Sumba Barat Daya, dan Walikota Kupang meninjau langsung sekaligus membeli produk lokal dari pelaku UMKM yang dipasarkan di depan kantor Gubernur NTT.

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *