Duka Gempa Flores, PDI Perjuangan Sikka Turun Langsung: Frater Leo Dikenang, Keluarga Seminari Dikuatkan

IMG-20260819-WA0167-768x1024

Sikka, SonafNTT-News.com. Duka akibat gempa bumi yang mengguncang Flores belum sepenuhnya reda. Di tengah suasana kehilangan yang masih menyelimuti masyarakat Kabupaten Sikka, solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan jajaran PDI Perjuangan Kabupaten Sikka.

Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Lusia Adinda Dua Nurak bersama Emanuel Kolfidus, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur, turun langsung melayat ke Seminari Tinggi Santu Petrus Ritapiret, Kampung Tarungawan, Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka.

Kehadiran mereka bukan sekadar agenda organisasi. Di tengah suasana duka, rombongan datang membawa pesan empati sekaligus penghormatan kepada keluarga besar seminari atas berpulangnya Leonardus Noprianto Waku, yang dikenal sebagai Frater Leo, calon imam dari Keuskupan Labuan Bajo.

Frater Leo sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di RSUD TC Hillers Maumere setelah mengalami luka berat akibat peristiwa gempa bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Frater Leo mengalami luka berat setelah melompat dari bagian atas gedung ketika gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu dini hari. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawanya akhirnya tidak tertolong.

Kepergian Frater Leo menambah panjang catatan duka akibat bencana yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur. Bagi keluarga besar seminari, kehilangan tersebut bukan hanya tentang seorang calon imam yang berpulang, tetapi juga tentang sosok yang meninggalkan kenangan, harapan, dan perjalanan panggilan yang belum selesai.

Di Seminari Tinggi Santu Petrus Ritapiret, Lusia Adinda Dua Nurak dan Emanuel Kolfidus menyampaikan belasungkawa serta memberikan penguatan kepada keluarga besar seminari dan mereka yang ditinggalkan.

Dalam kunjungan tersebut, keduanya didampingi Tesa Nurak, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka; Yansen Seda, Kepala Baguna DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka; serta Darius Evensius, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka sekaligus anggota DPRD Kabupaten Sikka.

Kehadiran jajaran partai hingga tingkat kabupaten itu memperlihatkan bahwa respons terhadap bencana tidak semata-mata berbicara mengenai bantuan material. Dalam situasi ketika masyarakat kehilangan orang-orang yang mereka cintai, kehadiran secara langsung, doa, empati, dan penguatan moral juga menjadi bentuk bantuan yang tidak kalah penting.

Hal menarik dari kunjungan tersebut sederhana, tetapi kuat: ketika masyarakat sedang menghadapi bencana dan kehilangan, solidaritas harus hadir bersama mereka.

Rangkaian kunjungan kemanusiaan itu dijadwalkan berlanjut ke sejumlah wilayah, di antaranya Nele, Waipare, Desa Hiegetegera, Kecamatan Kangae, serta Kampung Lokaria, Desa Habi, Kecamatan Kangae.

Langkah tersebut menjadi bagian dari gerak solidaritas jajaran PDI Perjuangan Kabupaten Sikka dalam merespons dampak gempa Flores. Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan dan fasilitas, tetapi juga meninggalkan luka psikologis dan kehilangan yang membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.

Kisah Frater Leo menjadi salah satu wajah dari duka tersebut. Di balik angka korban bencana, terdapat manusia dengan keluarga, cita-cita, dan masa depan yang seharusnya masih panjang.

Karena itu, kunjungan ke Seminari Ritapiret memiliki makna lebih dari sekadar agenda melayat. Kehadiran tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada Frater Leo sekaligus dukungan moral bagi keluarga besar seminari yang sedang menghadapi kehilangan.

Frater Leo telah pergi. Namun, doa, empati, dan solidaritas yang hadir di tengah duka menjadi pengingat bahwa korban bencana tidak boleh dibiarkan menghadapi kehilangan seorang diri.

Gempa mungkin telah berhenti mengguncang bumi, tetapi proses pemulihan bagi masyarakat terdampak masih terus berlangsung. Dalam situasi seperti itu, keberpihakan yang diwujudkan melalui kehadiran nyata menjadi energi penting untuk membantu masyarakat bangkit kembali.

Exit mobile version