daerah

Dukung Dokter Sekolah, Tapi Tak Kembali: DPRD NTT Desak Pemprov Tindak Tegas

Kupang, SonafNTT-News.com. Fenomena dokter yang mendapat rekomendasi pendidikan dari Pemerintah Provinsi NTT namun memilih tidak kembali bertugas usai menempuh studi kembali mencuat ke permukaan. Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT, Kasimirus Kolo, tampil dengan pernyataan keras, menegaskan bahwa pemerintah tak boleh lagi membiarkan persoalan klasik ini berulang tanpa solusi.

“ selama ini Pemprov NTT hanya mengandalkan pendekatan lunak kepada para dokter penerima rekomendasi pendidikan. Namun tanpa regulasi yang mengikat, para tenaga medis dapat dengan mudah mengabaikan komitmen moral dan administratif untuk kembali mengabdi di daerah asal. Kondisi ini, tegasnya, sudah terlalu sering terjadi dan meninggalkan dampak serius bagi daerah yang masih berjuang keras mengatasi kekurangan tenaga kesehatan” kata Kasimirus Kolo kepada awak media, Senin 17/11/2025.

Kasimirus Kolo yang juga Ketua Fraksi Nasdem DPRD NTT mendorong pemerintah untuk segera memberlakukan ikatan dinas dan kontrak tertulis bagi setiap dokter yang mendapat dukungan pendidikan dari provinsi. Sistem ini dinilai penting untuk memberikan kepastian dan mencegah terulangnya praktik

“pergi tanpa kembali” yang merugikan masyarakat NTT. Tanpa aturan yang tegas, ia menilai kesempatan pendidikan yang diberikan pemerintah justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi semata.

Tak berhenti di situ, ia juga meminta Pemprov NTT untuk menggali lebih dalam alasan para dokter enggan kembali. Mulai dari gaji, fasilitas kesehatan, hingga kondisi lingkungan kerja, seluruh faktor harus ditelaah melalui dialog intensif.

Menurutnya, pemerintah perlu memahami akar persoalan agar solusi yang diambil tidak hanya bersifat represif, tetapi juga konstruktif.

Kasimirus turut menyinggung soal etika profesi kedokteran, mengingat kesempatan pendidikan yang diberikan daerah seharusnya dibalas dengan tanggung jawab dan semangat pengabdian. Ia menyayangkan adanya dokter yang diduga lebih memilih mengejar keuntungan pribadi ketimbang kembali membantu daerah yang sangat kekurangan tenaga medis.

Legislator daerah Pemilihan TTU, Belu dan Malaka menegaskan sudah saatnya Pemprov NTT menyusun regulasi baru yang tegas dan komprehensif, mulai dari mekanisme pemberian rekomendasi pendidikan, kewajiban ikatan dinas, hingga sanksi bagi mereka yang melanggar kontrak.

Ia berharap langkah konkret ini dapat menjamin bahwa tenaga kesehatan yang didukung pemerintah benar-benar kembali untuk melayani masyarakat NTT.

Politisi NasDem menambahkan, persoalan ini banyak Dikeluhkan masyarakat dan public kini menanti langkah tegas Pemprov NTT dalam menata ulang sistem pendukung pendidikan tenaga medis—agar investasi daerah bagi para dokter benar-benar kembali dalam bentuk pengabdian.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *