Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Pemda TTU Siap Laksanakan Sejumlah Program Unggulan
TTU, Sonaf NTT-News.com. Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara terus melakukan sejumlah langkah strategis untuk peningkatan pembangunan daerah dan salah satunya siap melaksanakan sejumlah program unggulan yang akan berdampak terhadap perumbuhan ekonomi daerah
“ kemiskinan yang masih tinggi yakni di angka 20,89% dan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah 3% menuntut inovasi dan percepatan pembangunan di daerah ini”
Hal ini di sampaikan oleh Bupati Timor Tengah Utara Falentinus D.Keboh, dalam pembukaan Musrembang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten TTU 2025-2029 di Aula Bapelitbangda, kamis 26/6/2025. Turut hadir ketua DPRD TTU Kristoforus Efi dan sejumlah anggota DPRD TTU, Pimpinan SKPD Lingkup Kabupaten TTU, Pengurus FKUB, Tokoh Agama, NGO dan perwakilan tokoh masyarakat.
Bupati Falen menerangkan bahwa program unggulan yang pertama yang akan dilaksanakan adalah Program Peningkatan Emonomi Masyarakat yang mencakup penetapan dan pengembangan Produk unggulan kabupaten (terutama di bidang pertanian), Pelatihan tenaga kerja dan pembukaan lapangan kerja, Optimalisasi BUMD, Pengembangan Ekonomi Kreatif (wirausaha) dan Penguatan Modal Usaha UMKM (Kredit UMKM).
Menurutya, program unggulan yang akan dijalankan di targetkan memacu Peningkatan ekonomi masyarakat dan bermuara pada peningkatan sirkulasi uang dalam daerah. Disamping itu kerjasama dengan berbagai pihak terus dilakukan oleh pemerintah daerah dalam rangka menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat TTU. Selain program dibidang ekonomi, program-program utama yang perlu menjadi perhatian bersama adalah program pendidikan, kesehatan (terutama penurunan angka kemiskinan.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan Forum Musrembang ini memiliki peran yang strategis bagi kemajuan daerah termasuk memperkuat sektor ekonomi oleh karena itu RPJMD merupakan sebuah kerangka kerja logis untuk mewujudkan visi dan misi selama 5 tahun ke depan dengan demikian semua sasaran, strategi, kebijakan umum dan program pembangunan dalam dokumen RPJMD harus disusun secara logis dan difokuskan pada pencapaian visi dan misi tersebut. Bila kebijakan umum dan program pembangunan tidak logis artinya tidak saling berhubungan dan menunjang maka akan menjadi bias dalam pencapaian visi dan misi.
Menurutnya, Musrenbang RPJMD merupakan forum musyawarah para pemangku kepentingan untuk membahas serta memberikan saran dan masukan demi penajaman, penyelarasan dan penyempurnaan rancangan RPJMD.
Lebih lanjut di uraikan, Visi pembangunan daerah Kabupaten TTU 2025-2029 adalah: “Terwujudnya Masyarakat TTU yang Sejahtera, Maju dan Berdaya Saing”. Untuk mewujudkan visi tersebut serta mampu mendorong efektivitas dan efisiensi dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki, maka telah ditetapkan ‘Sapta Cita’ sebagai misi pembangunan TTU lima tahun kedepan.
Ia tegaskan forum musrenbang ini sangat strategis karena menjadi penentu arah perjalanan kita selama lima (5) tahun ke depan. Bila kita tidak sungguh-sungguh dan salah menetapkan arah ini, maka Kapal besar bernama TTU tidak akan sampai ke dermaga impian kita.
saya berharap kita semua dapat memberikan sumbangan pikiran yang kreatif dan konstruktif terhadap RPJMD ini dan dapat menerjemahkannya secara baik dalam program kerja masing-masing perangkat daerah dan menyatuhkab komitnen bersama untuk melaksanakan kegiatan yang termuat dalam RPJMD ini untuk mewujudkan masyarakat TTU yang sejahtera, maju dan berdaya saing di segala bidang bahkan harus menciptakan inovasi-inovasi baru untuk mendorog pertumbuhan ekonomi yang dan harus berdampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
