FCE 2026 Segera Digelar, Produk Unggulan NTT Didorong Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor

IMG-20260923-WA0017

Kupang, SonafNTT-News.com — Produk unggulan Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapat panggung untuk naik kelas. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT bersama Pemerintah Daerah Provinsi NTT akan menggelar Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 pada awal Oktober 2026 di Lippo Plaza Mall, Kota Kupang.

Mengusung tema “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan”, FCE 2026 tidak sekadar menghadirkan pameran produk UMKM. Kegiatan ini diarahkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif NTT, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar hingga menembus pasar ekspor.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam keterangannya kepada awak media, pada Selasa 22/9/206 di ruang Sonaf Suba suka Resto Paradise menguraikan bahwa penyelenggaraan FCE merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM. Penguatan kapasitas dan kapabilitas UMKM menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

FCE 2026 merupakan rebranding dari Exotic Tenun Fest (ETF) yang sebelumnya telah digelar. Dengan konsep baru, FCE menempatkan wastra, kopi, dan kuliner sebagai komoditas unggulan yang merepresentasikan kekayaan budaya sekaligus potensi alam NTT.

Yang menarik, FCE 2026 tidak berhenti pada aktivitas memasarkan produk. Agenda yang disiapkan dirancang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai peluang pengembangan usaha.

Mulai dari talkshow dan masterclass, kompetisi wastra, kopi dan kuliner, UMKM Expo, business matching, hingga konsultasi ekspor dan pembiayaan perbankan akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Langkah ini membuka peluang bagi produk-produk lokal NTT untuk tidak hanya dikenal masyarakat, tetapi juga mendapatkan akses terhadap pasar, pembiayaan, jejaring bisnis dan peluang ekspor.

Dengan demikian, FCE 2026 membawa pesan bahwa produk lokal NTT memiliki peluang untuk bergerak lebih jauh. Wastra tidak hanya menjadi produk budaya, kopi tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, sementara kuliner tidak hanya menjadi produk konsumsi lokal. Ketiganya dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing yang lebih luas.

FCE 2026 juga tidak hanya menyasar pelaku usaha. Berbagai agenda literasi dan edukasi disiapkan bagi masyarakat. Selain itu, di antaranya talkshow perlindungan konsumen dalam sistem pembayaran, QRIS Experience, sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, serta konsultasi pembiayaan perbankan.

Masyarakat juga dapat menikmati kegiatan perpustakaan keliling dan bedah buku, sekaligus memanfaatkan layanan sosial berupa cek kesehatan gratis dan donor darah.

Rangkaian kegiatan tersebut membuat FCE 2026 tidak hanya menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara pelaku UMKM, masyarakat, lembaga keuangan, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Momentum Memperkuat Ekonomi Kreatif NTT

Kehadiran FCE 2026 menjadi momentum untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu bagian dari penggerak ekonomi daerah.

Ia juga menyampaikan, dengan menggabungkan promosi produk, peningkatan kapasitas, business matching, akses pembiayaan dan konsultasi ekspor, kegiatan ini diarahkan untuk membangun ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.

FCE 2026 pun diharapkan menjadi jembatan bagi produk unggulan NTT untuk bergerak dari pasar lokal menuju pasar yang lebih luas.
Dari wastra yang membawa identitas budaya, kopi yang menyimpan potensi komoditas unggulan, hingga kuliner yang mencerminkan kekayaan daerah, FCE 2026 membawa satu pesan besar: produk NTT tidak cukup hanya dikenal, tetapi perlu terus dikembangkan agar semakin bernilai, berdaya saing dan memiliki peluang menembus pasar ekspor.

Dalam kesempatan tersebut, ia lanjut menjelaskan, kegiatan FCE 2026 juga membawa pesan solidaritas melalui subtema “Boka Ngere Ki, Bere Ngere Ae”, yang dalam bahasa Ende bermakna “Bersama, Saling Peduli, Menguatkan Untuk Bangkit.” Subtema tersebut menjadi cerminan kepedulian terhadap masyarakat NTT, khususnya di Pulau Flores, yang tengah menghadapi bencana alam. Solidaritas kepedulian ini akan diwujudkan melalui donasi dari hasil penjualan UMKM FCE 2026, lelang tenun khusus yang seluruh hasil penjualannya akan didonasikan kepada masyarakat terdampak bencana dan kanal donasi melalui QRIS ChariTreee.

Dalam kesempatan tersebut di sentil bawah, Seluruh rangkaian FCE dirancang dengan kerangka 3I+S: impactful, inklusif, integrasi, dan sinergi, dengan melibatkan seluruh stakeholder pada seluruh tingkatan untuk berpartisipasi dan berkontribusi sehingga dampak dari kegiatan akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Harapannya, kegiatan FCE 2026 dapat mendorong kopi, wastra, dan kuliner dari Prov. NTT untuk mampu penetrasi pasar nusantara hingga mancanegara, serta dapat mendorong stakeholders untuk mendukung industri kopi dan tenun.

Sementara Bagi UMKM, akses terhadap pasar dan pembiayaan sering kali menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Karena itu, kehadiran business matching serta konsultasi pembiayaan perbankan dalam FCE 2026 diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan peluang yang tersedia.