daerah

FPK NTT Pilih Ende, Perkuat Komitmen Merawat Kebhinekaan di Hari Lahir Pancasila 2026

Kupang, SonafNTT-News.com. Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan penjaga persatuan di tengah keberagaman. Momentum Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, dipilih sebagai titik kulminasi komitmen tersebut melalui rencana Safari Kebangsaan ke Kota Ende, kota bersejarah yang dikenal sebagai rahim lahirnya Pancasila.

Keputusan strategis ini mengemuka dalam rapat pengurus dan anggota FPK NTT yang digelar Minggu, 8 Februari 2026, di kediaman Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) NTT, Haji M. Darwis, di Kelapa Lima, Kota Kupang. Rapat berlangsung hangat dan sarat makna kebangsaan, mencerminkan semangat persaudaraan lintas etnis yang menjadi ruh FPK.

Rapat tersebut dihadiri Ketua FPK NTT Ir. Theodorus Widodo, Sekretaris Onas Pella, para wakil ketua, serta perwakilan 38 paguyuban etnis nusantara yang hidup dan berkembang di NTT. Kehadiran perwakilan etnis dari Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan, Bali, Lombok, Manado, Toraja, Sulawesi Selatan, Ambon hingga Maluku Utara menjadi potret nyata kebhinekaan Indonesia dalam satu ruang kebersamaan. Turut hadir Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTT Hengky Lianto, Wakil Ketua Charles Anggrek, serta para sesepuh lintas komunitas yang selama ini menjadi penjaga nilai persatuan di Bumi Flobamora.

Dalam forum tersebut, FPK NTT juga memantapkan struktur kepanitiaan Safari Kebangsaan. Siprianus Reda, Ketua IKEF Ende Kupang, dipercaya sebagai Ketua Panitia. Kepanitiaan diisi secara inklusif oleh unsur lintas etnis, menegaskan semangat gotong royong sebagai fondasi utama kegiatan.

Posisi wakil ketua diemban oleh Ny. Nunu Nurdhiana (KKSS) dan Daud Mahesa (Paguyuban Toraja), sekretaris dipercayakan kepada Fidelis Nogor (KKBM Kupang), sementara Darmawati (KKSS) mengemban tugas bendahara. Bidang penggalangan dana, transportasi, humas, hingga perlengkapan turut melibatkan tokoh-tokoh dari berbagai paguyuban etnis.
Ketua FPK NTT Ir. Theodorus Widodo menegaskan bahwa pemilihan Ende bukan tanpa alasan. Kota ini memiliki makna simbolik yang sangat kuat dalam sejarah kebangsaan Indonesia.

“Ende bukan sekadar destinasi. Ende adalah rahim Pancasila. Di kota inilah Bung Karno menemukan ilham tentang dasar negara. Safari Kebangsaan ini adalah ajakan refleksi dan penguatan komitmen kita sebagai bangsa yang majemuk,” tegas Widodo.

Sejarah mencatat, selama masa pengasingan di Ende pada 1934–1938, Bung Karno kerap merenung di bawah Pohon Sukun Bercabang Lima, yang kini dikenal sebagai Taman Renungan Bung Karno. Dari perenungan di kota kecil di Flores inilah nilai-nilai dasar Pancasila tumbuh dan kelak menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tak heran jika pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Ende menetapkan Ende sebagai Kota Sejarah dan lokasi utama peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni. Peringatan tahunan tersebut biasanya dirangkai dengan upacara bendera di Lapangan Pancasila, parade kebangsaan, karnaval budaya, Ende Street Festival, hingga Gawi Massal, tarian adat suku Lio yang sarat pesan persatuan.

Selain mengikuti agenda nasional, FPK NTT juga merancang napak tilas sejarah Bung Karno, dengan mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Taman Renungan Bung Karno, Biara Santo Yosef, Pelabuhan Ende, hingga Museum Agung Bung Karno. Rangkaian Safari Kebangsaan akan ditutup dengan kunjungan ke Danau Kelimutu, ikon pariwisata nasional yang merepresentasikan keindahan dan keberagaman alam Ende.

Ia menegaskan  melalui Safari Kebangsaan ini, FPK NTT ingin memastikan bahwa Pancasila tidak berhenti sebagai slogan atau seremoni tahunan. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial diharapkan benar-benar hidup dan dipraktikkan dalam keseharian masyarakat NTT yang plural, namun tetap satu dalam bingkai Indonesia.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *