GAMKI Peduli Flores Tembus Desa Lenda, Bantu Warga yang Belum Terjangkau

IMG-20260819-WA0019

Manggarai, SonafNTT-News.com. Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nusa Tenggara Timur melalui DPC GAMKI Kabupaten Manggarai menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap pertama kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai.

Aksi “GAMKI Peduli Flores” tersebut sekaligus menjadi upaya menjangkau wilayah terdampak yang menurut kesaksian warga setempat belum mendapatkan pelayanan bantuan secara memadai pada hari-hari awal pasca gempa.

Bantuan dihimpun secara swadaya dari pengurus dan kader GAMKI dan disalurkan langsung oleh Ketua DPC GAMKI Manggarai Jimmy Messakh, bersama Korda Manggarai Raya DPD GAMKI NTT Rivlan Angi dan jajaran pengurus GAMKI.

Berdasarkan asesmen awal tim GAMKI di dua titik di Desa Lenda, sekitar 60 kepala keluarga (KK) terdampak gempa dan sedikitnya 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga hancur. Data tersebut merupakan temuan awal di lapangan dan masih memerlukan sinkronisasi dengan pendataan resmi pemerintah.

Salah seorang warga Dusun Teni/Watepaku, Desa Lenda, Damianus, mengaku warga sangat membutuhkan perhatian dan bantuan. Menurut kesaksiannya kepada tim GAMKI, selama empat hari setelah gempa warga di lokasi tersebut belum mendapat kunjungan dan bantuan sebagaimana yang mereka harapkan.

«“Sudah empat hari empat malam kami belum melihat ada pihak yang datang melihat langsung kondisi kami. Karena itu, kehadiran GAMKI membawa harapan bagi warga yang sedang mengalami musibah,” ungkap Damianus.»

Kesaksian tersebut menjadi catatan penting bagi GAMKI agar pemerintah dan seluruh unsur penanganan bencana melakukan verifikasi lapangan serta memastikan tidak ada desa, dusun maupun kelompok masyarakat terdampak yang terlewat dari pelayanan darurat.

Bantuan Tahap Pertama

Pada tahap awal, DPC GAMKI Manggarai menyalurkan 250 kilogram beras, lima dus mi instan, enam rak telur, serta satu jeriken minyak goreng untuk membantu kebutuhan pangan mendesak warga.

Jimmy Messakh mengatakan kehadiran GAMKI tidak berhenti pada penyaluran logistik. GAMKI juga melakukan pemetaan awal kebutuhan serta menyuarakan kondisi warga yang belum terjangkau secara optimal.

“Kami datang untuk menyatakan bahwa saudara-saudara kita tidak sendiri. Tetapi kami juga ingin memastikan informasi dari lokasi seperti Desa Lenda ini diketahui pemerintah dan para pihak, sehingga distribusi bantuan tidak terkonsentrasi pada titik-titik tertentu saja. Bantuan harus menjangkau sampai kepada warga yang paling jauh dan paling membutuhkan,” tegas Jimmy.

Masih Dibutuhkan Bantuan Lanjutan

Hasil pemantauan awal GAMKI menunjukkan warga masih membutuhkan dukungan lanjutan, terutama susu dan makanan pendamping bayi/balita, tikar dan perlengkapan tidur, tenda atau terpal darurat, penerangan, serta kebutuhan dasar keluarga lainnya.

DPD GAMKI NTT akan terus mengonsolidasikan jaringan GAMKI Peduli Flores melalui enam DPC di kawasan Flores–Lembata, yakni Manggarai, Nagekeo, Sikka, Ende, Flores Timur dan Lembata, untuk membantu pemetaan kebutuhan dan mendukung respons kemanusiaan sesuai kondisi masing-masing wilayah.

GAMKI NTT juga mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten, BPBD, lembaga kemanusiaan, gereja serta berbagai unsur masyarakat untuk memperkuat koordinasi dan pemerataan distribusi bantuan berbasis data dan kebutuhan lapangan, terutama bagi desa dan dusun yang sulit dijangkau.

Bagi GAMKI, dalam situasi bencana, ukuran keberhasilan respons kemanusiaan bukan semata-mata seberapa banyak bantuan yang berhasil dikumpulkan dan disalurkan, tetapi apakah warga yang paling jauh, paling rentan, dan selama ini belum terjangkau akhirnya mendapatkan pertolongan yang mereka butuhkan.

“Jangan sampai ada warga Flores yang menghadapi bencana sendirian hanya karena tempat tinggal mereka jauh dari pusat perhatian.”

Di Tengah situasi darurat akibat gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, persoalan data menjadi bagian penting dalam menentukan arah penanganan bencana. Bukan hanya mengenai berapa banyak korban dan rumah yang rusak, tetapi juga tentang siapa yang membutuhkan pertolongan, di mana mereka berada, serta bagaimana bantuan dapat menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Atas dasar kebutuhan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDI Perjuangan NTT merilis laporan situasi dan dampak gempa Flores yang diperbarui pada 18 Agustus 2026 pukul 17.30 WITA.

Exit mobile version