TTU, SonafNTT-News.com – Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga, termasuk memiliki rumah yang layak huni.
Hal inilah yang terlihat ketika Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengunjungi Desa Oeperigi Kecamatan Noemuti Timor Tengah Utara (TTU), Kamis (5/11/2026), dalam rangkaian kegiatan Tour de EnTeTe 2026. Turut hadir Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Ir.Benyamin Nahak dan sejumlah Pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Provinsi NTT.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki bersama Bupati TTU, Yosef Falentinus D. Kebo, berkesempatan bertemu langsung dengan Kanisius Nitjano, seorang petani yang selama ini menggantungkan hidup keluarganya dari hasil panen jagung dan padi.
Di balik kesederhanaan hidupnya, tersimpan sebuah harapan besar yang telah lama dinantikan. Selama delapan tahun, Kanisius bersama istri, ibu, dan dua anaknya menempati rumah yang belum mampu diperbaiki menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman.
Keterbatasan ekonomi membuat keinginan memperbaiki rumah tersebut belum dapat terwujud. Hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan keluarga harus digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.
Namun, kunjungan Gubernur Melki kali ini membawa kabar yang menggembirakan bagi keluarga Kanisius. Melalui program bantuan rumah layak huni Pemerintah Provinsi NTT, keluarganya mendapatkan bantuan bedah rumah yang selama ini menjadi harapan mereka.
Rasa syukur dan kebahagiaan terpancar ketika Kanisius mengetahui bahwa keluarganya menjadi salah satu penerima bantuan pemerintah. Bahkan, bantuan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi keluarganya menerima dukungan serupa.
Rp30 Juta hingga Rp 60 Juta untuk Setiap Rumah
Pemerintah Provinsi NTT melalui program rumah layak huni mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 juta hingga Rp60 juta untuk setiap rumah penerima bantuan. Besaran anggaran disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pembangunan masing-masing rumah.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi agar dapat menempati hunian yang lebih aman, sehat, layak, dan nyaman bersama keluarga.
Gubernur Melki menegaskan pentingnya pemanfaatan bantuan tersebut secara bertanggung jawab. Ia juga meminta agar seluruh proses administrasi segera diselesaikan sehingga pembangunan rumah dapat segera dimulai.
“bantuan pemerintah tidak berhenti pada penyerahan atau pengalokasian anggaran semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam pembangunan rumah yang memberikan manfaat langsung bagi penerima” ujarnya
Sembilan Keluarga di TTU dan TTS Terima Bantuan
Bantuan bedah rumah ini tidak hanya diberikan kepada keluarga Kanisius Nitjano di Kabupaten TTU.
Tercatat, selain Kanisius, terdapat empat warga lainnya di Kabupaten TTU dan lima warga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang turut menerima bantuan serupa.
“ Ada sembilan warga di kedua kabupaten tersebut yang mendapatkan dukungan melalui program rumah layak huni Pemerintah Provinsi NTT” ujarnya
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Melki juga menyampaikan bahwa bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama keluarga yang masih menghadapi keterbatasan dalam menyediakan tempat tinggal yang layak.
Tour de EnTeTe, Lebih dari Sekadar Perjalanan
Bagi Gubernur Melki, Tour de EnTeTe 2026 bukan sekadar perjalanan menyusuri berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi kehidupan masyarakat, mendengarkan aspirasi dan kebutuhan warga, sekaligus memastikan kehadiran pemerintah membawa manfaat nyata.
Pertemuan dengan Kanisius Nitjano di Desa Oeperigi Kecamatan Noemuti Kabupaten TTU menjadi salah satu gambaran mengenai perjalanan tersebut membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.
Sebab, di balik angka pembangunan dan berbagai program pemerintah, terdapat kehidupan keluarga yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan kesempatan untuk hidup lebih baik.
Pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari panjangnya jalan yang dibangun, megahnya gedung pemerintahan, atau banyaknya proyek infrastruktur yang diselesaikan.
Bagi Gubernur Melki, Pembangunan juga harus hadir di dalam kehidupan rumah tangga masyarakat, memastikan setiap keluarga memiliki tempat tinggal yang layak sebagai ruang untuk membangun masa depan.
“ Kisah Kanisius Nitjano menjadi pengingat bahwa bagi sebagian masyarakat, sebuah rumah yang layak bukan sekadar bangunan berdinding dan beratap, melainkan tempat berlindung, membesarkan anak-anak, merawat keluarga, serta menumbuhkan harapan” ujarnya
Sementara Bupati Timor Tengah Utara Falentinus Delasalle Kebo mewakili keluarga menyampaikan terima kasih yang berlimpah yang berlimpah atas dukungan dari pemerintah Provinsi NTT bagi keluarga yang berpenghasilan rendah melalui bantuan rumah layak huni
” Bantuan ini sangat bermanfaat masyarakat dan kiranya di kelola dengan baik sesuai ketentuan dan khususnya merehab rumah dan menjadi tempat yang layak bagi keluarga ” Ujarnya












