Hari Kesaktian Pancasila, Menko PMK Cak Imin Resmikan GMIT Center dan Kukuhkan Komitmen Pembangunan NTT
Kupang, Sonaf NTT-News.com. Dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Dr. (H.C.) H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., yang akrab disapa Cak Imin, melakukan langkah strategis di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tak hanya hadir untuk membuka Sidang Sinode Istimewa GMIT ke-III, Cak Imin juga meresmikan Gedung Serbaguna GMIT Center — sebuah simbol penguatan peran gereja dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk bersinergi dengan GMIT dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan percepatan pembangunan di NTT.
Peresmian yang berlangsung di Jalan SK Lerik, Kupang, ini menjadi momen penting yang menunjukkan sinergi antara negara dan lembaga keagamaan. Dihadiri oleh Gubernur NTT, Forkopimda, Wali Kota Kupang, serta 57 Ketua Majelis Klasis dari seluruh wilayah pelayanan GMIT, acara tersebut menjadi panggung bagi penguatan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan manusia Indonesia.
“Saya merasa terhormat bisa hadir dan menjadi bagian dari keluarga besar GMIT hari ini,” ucap Cak Imin.
Sambungnya, GMIT telah menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan sosial, pendidikan, dan ekonomi, khususnya di NTT. Pemerintah siap berkolaborasi.”
Dalam pidatonya, Cak Imin menekankan bahwa Sinode GMIT, sebagai salah satu organisasi gereja terbesar di Indonesia, memiliki posisi strategis dalam mendukung visi pembangunan nasional, terutama dalam mewujudkan program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran yang tertuang dalam Asta Cita.
“Kemenko PMK bersama seluruh kementerian dan lembaga siap bersinergi dengan GMIT. Praktik-praktik baik yang sudah dilakukan GMIT dalam mengelola potensi lokal bisa menjadi model nasional, terutama untuk pengentasan kemiskinan,” tegasnya.
Menurutnya, selama ini dikenal sebagai provinsi dengan tantangan pembangunan yang cukup kompleks, mulai dari akses pendidikan, infrastruktur, hingga kesejahteraan sosial. Melalui kolaborasi ini, diharapkan program-program yang digagas GMIT seperti ekonomi berbasis komunitas, pendidikan rakyat, serta advokasi sosial dapat diperluas dan diperkuat dengan dukungan pemerintah pusat.
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Semuel Pandie, menyambut baik komitmen ini dan menyatakan kesiapan GMIT untuk menjadi mitra aktif dalam program-program pemberdayaan.
Kunjungan Cak Imin ke GMIT bukan hanya agenda seremonial, tapi sebuah pesan kuat bahwa pembangunan manusia dan kebudayaan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi lintas sektor — termasuk dengan lembaga keagamaan yang punya kedekatan langsung dengan masyarakat akar rumput.
Peresmian GMIT Center dan pengukuhan komitmen kerja sama antara pemerintah dan GMIT di Hari Kesaktian Pancasila menjadi simbol peneguhan nilai gotong royong dan persatuan demi kesejahteraan rakyat, khususnya di NTT.
