Jalan Sabuk Merah Dongkrak Ekonomi Desa Perbatasan, Saenam Kini Jadi Destinasi Wisata
TTU, Sonaf NTT-News.com. Transformasi luar biasa terjadi di Desa Saenam, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Dulu dikenal sebagai desa tertinggal dan terisolasi di wilayah perbatasan NKRI-Timor Leste, kini Saenam menjelma menjadi desa maju yang ramai dikunjungi wisatawan. Semua berkat hadirnya pembangunan Jalan Nasional Sabuk Merah, sebuah proyek strategis nasional yang menjadi urat nadi konektivitas di daerah perbatasan.
Dilansir dari media Harkat Indonesia,Kepala Desa Saenam, Fransiskus Xaverius Nofu, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Indonesia. Menurutnya, kehadiran jalan Sabuk Merah bukan hanya membuka akses fisik, tetapi juga membuka jalan bagi kemajuan ekonomi, sosial, dan pariwisata desa.
(Kades Saenam, Fransiskus Nofu, dok.Harkat Indonesia)
“Dengan adanya jalan ini, kami bisa menikmati kemajuan. Ekonomi desa semakin maju, harga komoditi di desa ini semakin sama dengan harga di kota,” ungkap Nofu.
Ekonomi Desa Melesat, Komoditi Naik Kelas
Jalan Sabuk Merah secara langsung menghubungkan Saenam dengan pusat-pusat ekonomi dan distribusi di wilayah kabupaten. Hal ini membuat distribusi hasil tani dan komoditas lokal menjadi lebih lancar dan kompetitif. Dulu, biaya angkut tinggi membuat harga jual hasil pertanian sangat rendah. Kini, akses mudah membuat hasil bumi Sanam punya nilai jual tinggi.
Tak hanya itu, banyak pihak luar mulai melirik potensi desa. Bantuan pembangunan seperti gedung beskem perusahaan dan pembukaan akses jalan ke perkebunan masyarakat menjadi dorongan signifikan bagi kemajuan sektor agraria.
Desa Wisata Baru di Perbatasan Timur NKRI
Perubahan paling mencolok adalah lahirnya wisata desa di Saenam. Berkat keindahan alam yang sebelumnya tersembunyi akibat keterisolasian, kini Saenam menjadi destinasi wisata unggulan yang banyak dikunjungi tamu dari luar daerah. Lokasi bekas galian sirtu pun kini ditata sebagai lokasi wisata alam, menjadikannya magnet baru bagi pengunjung.
“Desa kami hampir setiap saat dikunjungi oleh tamu dari luar. Kami perlu bersyukur karena keindahan alam desa kami kini jadi ikon wisata. Semua ini berkat jalan Sabuk Merah,” ujar Nofu.
Proyek Strategis yang Perkuat Kedaulatan
Pembangunan Jalan Sabuk Merah bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal kedaulatan. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi NTT (BPJN-NTT), Dirmala, ST, menegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap proyek ini sangat serius, mengingat letaknya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Timor Leste.

