daerah

Jalan Trans Timor Terhubung Kembali, Satker PJN 2 NTT: Jembatan Oelamasi Ditargetkan 2027

Kupang, SonafNTT-News.com. Akses vital Trans Timor yang sempat lumpuh total akhirnya kembali terhubung. Bencana yang terjadi pada Kamis (26/3/2026) menyebabkan oprit Jembatan Oelamasi tidak lagi bisa digunakan, memutus jalur utama yang menjadi nadi transportasi masyarakat.

 

 

Kondisi tersebut sempat membuat aktivitas warga terhenti. Sejumlah pengendara bahkan mencoba jalur alternatif seperti Naibonat hingga Simpang Sulamu, namun tetap tidak bisa dilalui karena keterbatasan infrastruktur, termasuk kondisi jembatan lain yang belum memadai.

 

 

Merespons situasi darurat ini, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT bergerak cepat. Dalam waktu hanya lima hari, jalan detur atau jalan darurat berhasil dibangun sekitar 100 meter sebelum lokasi jembatan yang rusak. Langkah cepat ini menjadi titik balik, membuka kembali akses yang sebelumnya terputus total.

 

 

Kepala Satker PJN II NTT, Andria Muharami Fitra, dalam keterangannya bahwa jalan darurat tersebut hanya bersifat sementara. Meski demikian, keberadaannya sangat krusial untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan.

 

 

“Fokus utama kami adalah mengembalikan konektivitas masyarakat ke Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka bahkan Lalu lintas antar negara. Jalan darurat ini menjadi solusi sementara hingga jembatan permanen dibangun,” ujarnya saat ditemui, Senin (30/3/2026).

 

 

 

 

Satker PJN II NTT juga menyampaikan telah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Darat di bawah Kementerian Perhubungan. Hasilnya, jalur darurat hanya diizinkan untuk kendaraan dengan beban maksimal 7,5 ton. Artinya, kendaraan dari roda dua hingga roda delapan masih bisa melintas, namun dengan pembatasan ketat demi menjaga keamanan dan ketahanan jalan sementara tersebut.

 

 

Kebijakan ini menjadi krusial, mengingat kondisi jalan darurat yang belum permanen dan masih rentan terhadap kerusakan jika dilalui kendaraan bertonase besar.

 

 

Sementara itu, harapan jangka panjang kini bertumpu pada rencana penggantian Jembatan Oelamasi. BPJN NTT melalui Satker PJN II NTT tengah membahas teknis pembangunan bersama Kementerian PUPR. Proyek ini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut status penanganan darurat serta kesiapan anggaran dari pemerintah pusat.

 

 

“Target penyelesaian pun mulai mengemuka. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, jembatan permanen diproyeksikan dapat dibangun paling lambat pada tahun 2027. Meski demikian, kepastian realisasi masih menunggu keputusan pusat, terutama terkait alokasi anggaran” pungkasnya

 

 

 

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *