Jelang HUT RI ke-81, Jane Natalia Suyanto Dorong Produk Lokal NTT Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah

IMG-20260811-WA0041(1)

Kupang, SonafNTT-News.com . Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jane Natalia Suyanto, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai kemerdekaan melalui kerja nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.

Jane Natalia Suyanto kepada wartawan, Selasa (11/8/2026), menegaskan bahwa momentum HUT RI ke-81 tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Semangat kemerdekaan, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi kekuatan untuk membangun daerah, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menciptakan kesejahteraan yang dapat dirasakan hingga pelosok NTT.

Menurut Jane, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan puncak perjuangan bangsa sekaligus pernyataan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang merdeka dan berdaulat. Namun, kemerdekaan tersebut juga menjadi titik awal bagi bangsa Indonesia untuk membangun peradaban baru yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

“Kemerdekaan bukan hanya akhir dari penjajahan, tetapi awal dari tanggung jawab untuk memajukan daerah masing-masing,” tegasnya.

Produk Lokal Harus Naik Kelas
Jane menilai salah satu bentuk konkret mengisi kemerdekaan adalah dengan memperkuat kemandirian ekonomi daerah. NTT memiliki beragam potensi produk, komoditas, dan sumber daya lokal yang apabila dikelola secara serius dapat menjadi kekuatan ekonomi baru.

Karena itu, ia mendorong agar produk-produk lokal NTT tidak hanya berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi mampu dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing lebih tinggi.

Menurutnya, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dapat memberikan dampak berantai, mulai dari meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat pelaku usaha lokal, hingga membuka lapangan pekerjaan baru.

“Kita harus mengoptimalkan potensi, produk dan komoditas asli daerah. Jangan sampai kekayaan daerah hanya menjadi bahan mentah, sementara nilai tambah dan keuntungan besarnya justru dinikmati di luar daerah,” ujarnya.

Bagi Jane, membangun ekonomi lokal bukan sekadar persoalan perdagangan, tetapi bagian dari perjuangan mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Ketika masyarakat memiliki kesempatan bekerja, mampu mengembangkan usaha dan memperoleh penghasilan yang layak, maka kemerdekaan semakin nyata dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kerja Nyata Jadi Jembatan Keadilan Sosial

Jane yang juga disebut sebagai bakal calon Anggota DPR RI dari Dapil NTT II itu menekankan pentingnya kolaborasi seluruh komponen masyarakat dalam membangun daerah.

Ia menyebut kerja nyata membangun daerah merupakan “jembatan emas” untuk mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Masyarakat di wilayah pelosok juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang, termasuk dalam akses terhadap pasar, permodalan, teknologi, pendidikan, dan lapangan pekerjaan.

“Penciptaan lapangan kerja merupakan salah satu indikator penting kemajuan daerah. Karena itu, potensi ekonomi lokal harus dikembangkan agar mampu menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat kita sendiri,” katanya.

Dalam konteks generasi muda, Jane mengatakan bahwa makna Proklamasi di era modern sudah mengalami perubahan. Perjuangan tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata melawan penjajah, tetapi melalui ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, inovasi dan karya nyata.

Ia mengajak generasi muda NTT untuk berani menjadi pelaku utama pembangunan, terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi daerah.

Menurutnya, kemerdekaan merupakan pintu gerbang bagi anak-anak muda untuk menguasai ilmu dan teknologi sekaligus menghasilkan karya yang mampu membawa nama NTT ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Proklamasi adalah simbol kebebasan untuk berkarya, pintu gerbang untuk menguasai ilmu dan teknologi, sekaligus panggilan moral untuk menjaga persatuan bangsa di tengah arus globalisasi,” jelas Jane.

“Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”
Jane juga mengajak masyarakat menjadikan tema HUT RI ke-81, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, sebagai momentum untuk memperkuat semangat membangun Indonesia dari daerah.

Menurutnya, tiga kata tersebut memiliki makna yang sangat kuat.
Berdaulat berarti bangsa Indonesia harus semakin mandiri dan memiliki kemampuan menentukan masa depannya sendiri, termasuk dalam mengelola potensi dan kekayaan yang dimiliki.

Adil berarti pembangunan dan kesempatan ekonomi harus dapat dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Sementara makmur merupakan tujuan akhir pembangunan, yakni ketika hasil kemerdekaan dapat dinikmati secara nyata melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Jane berharap peringatan HUT RI ke-81 tidak berhenti pada pengibaran bendera dan berbagai kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan membangun daerah.

“Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata. Bangun daerah, kembangkan potensi lokal, ciptakan lapangan kerja, dan pastikan hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat sampai ke pelosok,” pungkasnya.