Jelang Musim Hujan, Satker PJN I NTT Himbau Percepat Penggantian Jembatan Oelamasi, Kualitas Konstruksi Jadi Prioritas

20260909102793902329715919228

Kupang, SonafNTT-News.com — Jelang memasuki musim hujan dan penghujung tahun 2026, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau seluruh tim lapangan dan penyedia jasa untuk mempercepat pekerjaan penggantian Jembatan Oelamasi I.

Percepatan pekerjaan menjadi perhatian karena kondisi cuaca pada musim hujan berpotensi mempengaruhi aktivitas konstruksi di lapangan. Di tengah tuntutan mengejar waktu pelaksanaan, Satker PJN I NTT menegaskan bahwa kualitas pekerjaan konstruksi tetap menjadi prioritas.

Kepala Satker PJN Wilayah I Provinsi NTT, Azhari, saat ditemui wartawan pada Rabu (30/9/2026), menjelaskan bahwa pekerjaan penggantian Jembatan Oelamasi I hingga saat ini berjalan dengan baik sesuai rencana, spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan sejumlah pekerjaan saat ini tengah berlangsung, termasuk pengerjaan Dinding Penahan Tanah (DPT) serta kegiatan pengeboran dan pelaksanaan boring log (borlog) sebagai bagian dari tahapan pekerjaan konstruksi.

Azhari meminta seluruh unsur yang terlibat mengambil langkah konkret untuk mempercepat progres pekerjaan, terutama mengingat waktu pelaksanaan semakin mendekati penghujung tahun dan kondisi cuaca akan memasuki musim hujan.

“Seluruh tim lapangan dan penyedia melakukan langkah-langkah konkret percepatan pekerjaan, mengingat sebentar lagi masuk akhir tahun dan memasuki musim hujan,” ujar Azhari.

Kualitas Konstruksi Jadi Prioritas

Meski percepatan menjadi perhatian, Azhari menegaskan bahwa aspek kualitas tidak boleh dikesampingkan. Setiap tahapan pekerjaan harus tetap mengacu pada spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kualitas pekerjaan konstruksi jembatan harus jadi prioritas sehingga musim hujan tiba tidak terjadi problem yang sama,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa Jalur Trans Timor sendiri memiliki peran penting sebagai salah satu akses utama pergerakan orang dan barang antar kawasan di Pulau Timor. Jalur ini juga memiliki nilai strategis karena mendukung konektivitas menuju kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.

Proyek Rp15,77 Miliar, Target Rampung Akhir 2026

Penggantian Jembatan Oelamasi I dilaksanakan menggunakan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp15,77 miliar.

Ia menambahkan, Pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan selama 147 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender dan masa pelaksanaan pekerjaan berakhir pada 31 Desember 2026.