Kupang, SonafNTT-News.com. Menghadapi musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027, PT Pupuk Indonesia Regional III mulai mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi para petani di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut dilakukan dengan memprioritaskan penguatan stok pupuk bersubsidi di sejumlah gudang penyangga, sekaligus memastikan distribusi pupuk, khususnya pupuk bersubsidi, dapat berjalan sesuai kebutuhan petani di berbagai wilayah NTT.
CEO Regional III PT Pupuk Indonesia, Eko Suroso, saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu, 12/8/ 2026, mengatakan persiapan stok menjadi salah satu prioritas utama perusahaan dalam menghadapi musim tanam mendatang.
“Jadi saat ini kita prioritas stok di gudang-gudang penyangga,” ujar Eko.
Menurutnya, selain memastikan ketersediaan stok, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi terkait petunjuk teknis yang ditetapkan Kementerian Pertanian dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
Sosialisasi tersebut, kata Eko, termasuk mekanisme penebusan pupuk secara berkelompok. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pupuk yang ditebus atau diambil benar-benar sesuai dengan peruntukannya dan dapat diterima oleh petani yang membutuhkan.
“Kami juga melakukan sosialisasi petunjuk teknis dari Kementerian Pertanian untuk mendukung pupuk bersubsidi, khususnya untuk penebusan berkelompok, untuk menjamin pembelian atau pengambilan barang sesuai dengan peruntukannya,” jelasnya.
Relokasi Pupuk Antarprovinsi
Menghadapi Oktober 2026, strategi distribusi pupuk juga menjadi perhatian. Eko menjelaskan, akan dilakukan evaluasi terhadap tingkat penyerapan pupuk di masing-masing daerah.
Daerah yang penyerapan pupuknya belum maksimal berpotensi mengalami relokasi stok ke wilayah lain yang membutuhkan. Sebaliknya, daerah dengan tingkat penyerapan tinggi dapat memperoleh tambahan pasokan sesuai kebutuhan.
“Menjelang Oktober 2026 tentu adanya relokasi antar provinsi untuk mengendalikan daerah-daerah penyerapan pupuk kurang maksimal. Bisa dialihkan ke tempat yang lain atau sebaliknya, kalau daerah yang penyerahan tinggi akan tambahan kuota pupuk,” jelas Eko.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan distribusi sehingga stok pupuk tidak menumpuk di wilayah dengan serapan rendah, sementara daerah yang membutuhkan tidak mengalami kekurangan pasokan.
NTT Jadi Perhatian
Khusus untuk NTT, Eko memastikan pihaknya akan berupaya maksimal agar penyerapan dan distribusi pupuk dapat berjalan dengan baik menjelang musim tanam.
Menurutnya, kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak pulau membuat pengelolaan stok dan distribusi membutuhkan perencanaan yang matang. Karena itu, ketersediaan pupuk di titik-titik strategis menjadi hal penting untuk menjamin kelancaran penyaluran hingga ke wilayah penerima.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Kupang. Saat ini, rencana penambahan gudang pupuk di NTT masih dalam tahap evaluasi. Namun, prioritas utama perusahaan adalah memastikan kebutuhan stok di wilayah Kupang dapat terpenuhi.
Eko menjelaskan, posisi Kupang sangat strategis karena menjadi salah satu titik distribusi untuk kemudian menyalurkan pupuk bersubsidi sejumlah wilayah lain di NTT.
“Untuk penambahan gudang pupuk di NTT masih evaluasi. Saat ini masih prioritas memenuhi supaya di wilayah Kupang, karena dari Kupang akan distribusi ke titik bagi daerah lain,” katanya.
Dari Kupang, distribusi pupuk selanjutnya akan diarahkan ke berbagai daerah, termasuk Sabu Raijua, Sumba, Rote, TTS, Atambua, hingga Timor Tengah Utara (TTU).
Pastikan Pupuk Tak Hanya Tersedia, Tapi Tepat Sasaran
Persiapan menghadapi musim tanam Oktober 2026–Maret 2027 ini menunjukkan bahwa tantangan distribusi pupuk bukan hanya mengenai seberapa banyak stok yang tersedia, tetapi juga bagaimana pupuk tersebut dapat tersalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Ia menegaskan bahwa dengan penguatan stok gudang penyangga, sosialisasi petunjuk teknis pupuk bersubsidi, serta kemungkinan relokasi antar provinsi berdasarkan tingkat penyerapan, Pupuk Indonesia Regional III berupaya mengantisipasi kebutuhan petani sejak sebelum musim tanam dimulai.
