Jelang Natal, Usman Husin Ajak Masyarakat Bangun Indonesia dari Keluarga dan Solidaritas
Usman Husin, menyampaikan pesan kebangsaan yang sarat nilai kemanusiaan dan persatuan. Di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan polarisasi yang masih dirasakan masyarakat, Usman menegaskan bahwa Natal tidak boleh berhenti pada perayaan seremonial, melainkan harus menghadirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan bersama.
Anggota Komisi IV DPR RI Usman, Husin. menerangkan bahwa Natal adalah momentum reflektif untuk kembali meneguhkan kasih sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Kasih yang dimulai dari keluarga, kata dia, akan menjadi energi sosial yang mampu merawat keragaman dan menghormati perbedaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
“ Keberagaman sebagai kekayaan yang harus dirawat dengan cinta dan sikap saling menghormati,” ujarnya, saat di konfirmasi awak media, Rabu, 17/12/2025
Lebih jauh, Usman Husin menekankan pentingnya keluarga sebagai benteng kemanusiaan. Dalam pandangannya, keluarga adalah ruang pertama pembentukan karakter, solidaritas, dan kepedulian sosial. Jika nilai-nilai kasih dan tanggung jawab hidup bersama tumbuh kuat di dalam keluarga, maka masyarakat dan bangsa akan memiliki fondasi moral yang kokoh untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.
Tak hanya berbicara pada tataran nilai, Usman juga mengajak masyarakat menjadikan Natal sebagai panggilan untuk aksi kemanusiaan yang konkret. Ia mendorong agar semangat Natal diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama, penguatan solidaritas sosial, serta kontribusi nyata bagi perdamaian dan kesejahteraan bersama. Baginya, Natal yang sejati adalah Natal yang sederhana, membumi, dan menyatu dalam kasih kemanusiaan.
Pesan tersebut juga mendapat penekanan khusus bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Usman menilai, di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, Natal menjadi ruang harapan untuk memulihkan relasi keluarga, menguatkan iman, dan menyalakan optimisme baru. Ia mengajak keluarga-keluarga di NTT menjadi “gereja terkecil” yang menghadirkan kasih, solidaritas, dan kepedulian sebagai nilai hidup sehari-hari.
Selain itu, Usman Husin menyoroti pentingnya mengangkat nilai-nilai lokal sebagai kekuatan pembangunan daerah. Ia mencontohkan tenun sebagai simbol budaya yang tidak hanya merekatkan identitas, tetapi juga dapat menjadi medium persatuan dan aksi nyata dalam menjawab isu-isu kemanusiaan, sebagaimana semangat inisiatif untuk meningkatkan pembangunan daerah di segala aspek.
Usman Husin juga mengajak seluruh elemen bangsa—lintas agama, budaya, dan latar belakang—untuk menjadikan Natal sebagai titik temu kemanusiaan. Dengan kasih, solidaritas, dan aksi nyata yang berangkat dari keluarga, ia optimistis Indonesia dapat terus melangkah menuju masa depan yang damai, adil, dan sejahtera
