Jembatan Lelone Resmi Dikontrak Rp5,26 Miliar, BPJN NTT Pastikan Standar Keamanan dan Kapasitas Maksimal
Kupang, SonafNTT-News.com. Komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur perbatasan kembali ditegaskan. Paket Penggantian Jembatan Lelone di Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) resmi berkontrak dengan nilai anggaran Rp5.264.586.000,00.
Hal ini disampaikan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II NTT melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN NTT, Dirmala, S.ST, kepada wartawan pada Kamis (26/2/2026).
Menurut Dirmala, penggantian jembatan bentang pendek sepanjang 10 meter ini sebagai langkah strategis untuk menjawab persoalan keselamatan dan keterbatasan kapasitas struktur lama yang dinilai sudah tidak memadai.
“Pembangunan ini bertujuan meningkatkan keamanan, daya layan, serta kapasitas struktur agar sesuai dengan kebutuhan lalu lintas saat ini,” tegasnya.
Prioritaskan Keselamatan dan Standar Modern
Dirmala menjelaskan, salah satu fokus utama proyek ini adalah peningkatan keamanan (safety). Jembatan lama yang telah mengalami penurunan kualitas akan digantikan dengan struktur baru berbahan beton dan baja modern yang lebih kokoh, guna meminimalisir risiko runtuh maupun kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, peningkatan kapasitas beban (load capacity) menjadi perhatian serius. Dengan pertumbuhan kendaraan angkutan barang yang semakin berat, jembatan baru dirancang agar mampu menopang beban sesuai standar teknis terbaru, sehingga tidak lagi terjadi pembatasan tonase.
Tak hanya itu, proyek ini juga mencakup:
Penyesuaian lebar jembatan agar sesuai standar jalan nasional dan Perbaikan elevasi untuk ketahanan terhadap banjir dan Peningkatan daya tahan struktur guna menekan biaya pemeliharaan jangka panjang
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Jembatan Lelone memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan. Keberadaannya menjadi penghubung arus distribusi barang dan jasa di Kecamatan Naibenu dan sekitarnya. Dengan dibangunnya jembatan baru, ia berharap konektivitas antar wilayah semakin lancar, distribusi logistik lebih efisien, dan aktivitas ekonomi masyarakat meningkat signifikan di masa mendatang.
Dirmala menegaskan bahwa kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama. “Kami memastikan seluruh tahapan pekerjaan memenuhi standar teknis yang berlaku. Infrastruktur perbatasan harus kuat, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya
Ia menambahkan, Proyek ini dikerjakan oleh CV. Rahayu Indah Perdana sebagai penyedia jasa konstruksi.
