Jimur Siena Katrina: Masa Depan Bangsa Terancam, Perdagangan Anak dan Perempuan Harus Dihentikan
Kupang, Sonaf NTT-News.com.Dibalik gemerlapnya destinasi wisata premium Labuan Bajo, tersimpan problem sosial yang menganga: praktik dugaan kuat perdagangan anak dan perempuan yang semakin marak dan mengkhawatirkan.
Pernyataan mengejutkan disampaikan oleh Anggota Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Jimur Siena Katrina, dalam rapat bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta Pengurus PKK, Jumat (15/8/2025.
Dalam forum tersebut, Jimur menyuarakan keprihatinan mendalam atas dugaan maraknya praktik perdagangan anak dan perempuan, khususnya di kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Menurutnya, daerah yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional itu justru menyimpan banyak problem sosial mendalam yang jarang dibicarakan secara terbuka.
“Di dalam warung-warung itu bukan hanya makanan yang dipajang, tetapi adanya dugaan kuat adanya perempuan dewasa yang dijadikan ‘etalase’ untuk bisnis lendir,” tegas Jimur.
Jalur perdagangan ini, menurut Jimur, bukan hanya ilegal, tetapi juga mulai mengakar di sejumlah wilayah sekitar, seperti Manggarai, Manggarai Timur, hingga Ngada dan Nagekeo. Ia menggambarkan diduga modus yang digunakan sangat halus, di mana anak-anak dan perempuan dijadikan “pelayan ganda” di rumah makan dan warung-warung malam, namun pada kenyataannya mereka justru melakukan aktifitas lain.
Jimur mendesak DP3AP2KB untuk segera membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di daerah-daerah yang rawan, terutama di Labuan Bajo. UPTD ini diharapkan menjadi pusat pengaduan dan pendampingan korban kekerasan dan eksploitasi, serta bisa bekerjasama aktif dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam memutus mata rantai jaringan ini.
“Anak-anak NTT adalah masa depan bangsa oleh karena itu mereka harus diperhatikan dengan baik. mental dan masa depan mereka tidak boleh dihancurkan oleh bisnis yang mengganggu masa depan mereka,” tegas politisi dari Fraksi PAN tersebut.
Melalui pernyataannya yang lantang, Jimur Siena Katrina mengingatkan semua pihak—baik pemerintah daerah, lembaga sosial, hingga tokoh masyarakat—untuk tidak menutup mata terhadap tragedi yang terjadi di balik gemerlap pariwisata Labuan Bajo.
“Jangan biarkan daerah yang menjadi wajah pariwisata Indonesia Timur ini menjadi tempat rusaknya masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
