Kupang, SonafNTT-News.com – Kabar baik bagi masyarakat Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ruas Jalan Titus–Nau yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat segera mendapatkan penanganan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.
Komitmen peningkatan infrastruktur tersebut ditandai segera dilakukan pada pekan depan dengan proses penandatanganan kontrak pekerjaan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) 1, dengan nilai anggaran mencapai Rp5 miliar.
Proyek penanganan jalan sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan Fatukoa dan sekitarnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1, Hugo Zakarias, ST., MT., saat ditemui wartawan pada Jumat (30/10/2026), menjelaskan bahwa ruas Jalan Titus–Nau merupakan salah satu jalur infrastruktur penting di wilayah Kelurahan Fatukoa.
Jalur tersebut memiliki keterhubungan dengan Jalan Mollo Suan dan Jalan Mollo Oetun sehingga keberadaannya dinilai strategis dalam menunjang aksesibilitas masyarakat.
Menurut Hugo, pekerjaan jalan tersebut akan dilaksanakan dengan skema kontrak Single Year atau satu tahun anggaran, dengan panjang penanganan mencapai 1,2 kilometer.
“Skema pekerjaannya dengan sistem Single Year, sedangkan panjang jalan 1,2 kilometer. Selain itu, penanganannya dimulai dari batas ruas jalan tahun 2025 hingga bagian atas batasan aspal,” jelas Hugo.
Ia menegaskan bahwa dengan adanya penanganan ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses jalan yang lebih baik, aman, dan nyaman. Peningkatan kualitas infrastruktur juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
CV Tiga Saudagar Siap Utamakan Kualitas Pekerjaan
Sementara itu, pihak pelaksana pekerjaan, CV Tiga Saudagar, melalui Ijum Kennedy, menyampaikan komitmennya untuk melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak dengan mengedepankan kualitas sebagai prioritas utama.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan seluruh kapasitas dan sumber daya yang tersedia demi memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Kami akan optimalkan kapasitas yang ada untuk kelancaran kegiatan di lapangan. Kualitas pekerjaan menjadi prioritas dan kami optimistis dapat menyelesaikannya sebelum akhir Desember 2026,” ungkap Ijum Kennedy.












