Kadis Pertanian Belu Pastikan : Target 700 Hektar Olah Lahan Dalam APBD 2, Akhir Bulan Ini Akan Rampung.

Atambua,Sonafntt-news.com. Memasuki masa tanam dalam musim penghujan 2021 – 2022, Dinas Pertanian,  Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Belu memastikan target pengolahan lahan APBD 2 sebesar 700 hektar, saat ini pihaknya telah melakukan pengolahan lahan sebanyak 608 hektar dan diperkirakan akan rampung pada akhir bulan ini. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Belu, Geraldus Mbulu kepada Media ini, Jumat ( 5/11/2021 )

” Dalam target kami 700 hektar di APBD 2, saat ini kami sudah olah 608 hektar lahan, masih kurang 91 hektar dan akhir bulan ini diperkirakan sudah selesai. Kemudian intervensi lain juga, terkait dengan benih, itu kita sudah lakukan bantuan benih padi, jagung. Jagung ini alokasi dari APBN 3000- an hektar, baru sampai di kita 1500 – an  hektar dan kita sudah distribusikan kepada kelompok – kelompok yang ada,” Ujarnya.

Lanjutnya,  jenis padi juga terdapat bantuan dari Pemerintah Pusat melalui APBN, itu sebagian sudah disalurkan namun sebagian masih sedang di uji lab,  walaupun benih dari pusat tetapi tetap diuji sebelum dibagikan pada masyarakat.” Juga bantuan food Estate itu ada jagung 148 hektar dan padi 411 hektar. benih ada beberapa, benih jagung ada yang sedang diuji lab, kemudian pupuk sudah didistribusikan kepada masing – masing kelompok tani, di Desa Fatuketi, Desa Umaklaran dan Haekrit ini bantuan untuk food Estate.Kemudian ada satu hal penting yang dilakukan dinas pertanian berkaitan dengan pupuk, ini memang kita hanya sebagai fasilitasi bagi kelompok – kelompok. sampai dengan hari ini, kita sudah input  Rencana kebutuhan pupuk bagi petani tahun 2021 – 2022  ( RDKK ) dari total target kita tahun lalu itu 13000 NIK, sedangkan tahun ini kita sudah menginput sebanyak 15231 NIK dengan luas lahan itu kurang lebih 23612 hektar,” tegas  Kadis Pertanian Belu ini.

Lebih lanjut terangnya, dengan rincian kebutuhan pupuk untuk urea, Sp3 6 , za , Npk, organik dan organik cair. Jadi itu, Pihaknya telah mengalokasikannya  tinggal bagaimana di musim tanam dapat dimaksimalkan. Setelah itu, petani silahkan membeli pupuk yang sudah ada di kios – kios tani yang terdapat di Atambua. 

” Dalam musim tanam ini, sebagian besar di Kecamatan Lasiolat sudah tanam, dari 1100 hektar itu, kurang lebih 800 san sudah tanam. Jadi itu sistemnya, bakar tebas.ada wilayah lain yang tidak kita intervensi dengan traktor, namun kita bantu dengan benih dan ini bantuan juga dari, APBD 2 yang lagi diproses.Memang bantuan benih ini kita butuh banyak, tapi karena kemampuan anggaran dan pasokan dari pusat terbatas, jadi kita maksimalkan saja yang ada,” Tutupnya.(DF/SN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *