daerah

Kakanwil Kemenag NTT ke TTU: Teguhkan ASN sebagai Pelayan Tuhan dan Kemanusiaan

TTU, SonafNTT-News.com. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kakanwil Kemenag NTT), Fransiskus Karyanto, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (20/1/2026). Kunjungan ini sebagai momentum penguatan nilai, integritas, dan arah pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag di wilayah perbatasan NKRI–Timor Leste.

Kedatangan Kakanwil Kemenag NTT disambut secara adat melalui tutur Natoni oleh Elias Eli bersama rekan-rekan, dilanjutkan dengan tarian penyambutan oleh siswa-siswi MIN TTU. Suasana hangat dan sarat makna budaya itu menandai eratnya relasi antara nilai keagamaan, kearifan lokal, dan semangat pelayanan publik.

Kepala Kantor Kemenag TTU, Marianus Keo, dalam sambutan menyampaikan bahwa kehadiran Kakanwil terasa seperti “Lopo besar” bagi keluarga besar Kemenag TTU—ruang untuk mendengar, belajar, dan meneguhkan arah pengabdian bersama. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini adalah perjumpaan kepemimpinan yang membawa harapan, penguatan, dan kejelasan arah bagi ASN yang bertugas di daerah perbatasan.

“Benih yang baik bila ditanam dengan sabar dan dirawat dengan setia akan tumbuh, meskipun di tanah kering. Demikian pula pengabdian kami sebagai ASN. Dengan pembinaan dan teladan pimpinan, kami yakin kinerja, integritas, dan pelayanan akan terus bertumbuh,” ujar Marianus Keo.

Dalam sesi pembinaan ASN di Aula Kemenag TTU, Fransiskus Karyanto menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama adalah pelayan Tuhan dan kemanusiaan. Ia menyampaikan tiga kunci utama sesuai Visi Kemenag 2025–2029, yakni Rukun, Maslahat, dan Cerdas.

Menurutnya, kerukunan merupakan fondasi utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Setiap ASN Kemenag memiliki tanggung jawab menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Prinsip maslahat menuntut setiap program dan aktivitas memberi dampak nyata bagi sesama, dengan menjunjung tinggi nilai memanusiakan manusia. Sementara kecerdasan menjadi keharusan di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar ASN mampu beradaptasi, berinovasi, serta mencerdaskan umat yang dilayani.

“Kompetensi saja tidak cukup. Semua harus dilandasi dengan spirit ikhlas beramal, disiplin, dan tanggung jawab. ASN Kemenag adalah pelaku moral dan etika yang bersandar pada nilai-nilai keagamaan,” tegas Karyanto.

Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang ramah pegawai, saling percaya, saling mendukung, serta bebas dari kasus moral, termasuk perselingkuhan. Kakanwil turut memberikan apresiasi atas aksi sosial lintas agama yang dilakukan Kemenag TTU bagi korban bencana banjir bandang di Aceh dan Sumatera sebagai wujud nyata cinta kepada Tuhan dalam diri sesama manusia.

Menutup arahannya, Kakanwil Kemenag NTT kembali menegaskan brand Kementerian Agama: “Bangga Melayani Umat.” Menurutnya, keberhasilan ASN Kemenag diukur dari rasa senang dan damai umat yang dilayani.

“Mari bekerja dengan baik, melayani dengan hati. Jadikan tugas sebagai ibadah dan pengabdian sebagai jalan kebaikan. Satu spirit, satu tim, satu hati, satu tujuan, agar ASN Kementerian Agama semakin menjadi terang bagi sesama,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat eselon IV, seluruh ASN Kemenag TTU, kepala sekolah, serta para guru MIN TTU dan MTs Kefamenanu

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *