Kasatker PJN Wilayah III: Progres Perbaikan Jalan Nasional Manggarai Raya- Bajawa Sudah 45%, Selesai Desember
Flores, Sonaf NTT-News.com. Perbaikan infrastruktur jalan nasional di wilayah Pulau Flores terutama di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat dan Bajawa terus dikebut. Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III (PJN W-III) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT), Aan Marandius, ST, mengungkapkan bahwa progres pekerjaan preservasi jalan nasional dan penanganan titik-titik longsor telah mencapai 45% dan ditargetkan rampung sebelum 31 Desember 2025.
“Cuaca saat ini sangat mendukung, jadi kami optimis penyelesaian pekerjaan akan selesai tepat waktu sebelum musim hujan yang biasanya mulai turun pada November,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/9/2025).
Total panjang jalan yang ditangani mencapai 360 kilometer, mencakup ruas Labuan Bajo – Ruteng – Pelabuhan Riung, serta Ruteng – Perbatasan Bajawa – Nagakeo. Kegiatan fokus pada preservasi jalan (perbaikan lubang dan peningkatan kondisi jalan) serta penanganan lima titik longsoran yang tersebar di empat lokasi pekerjaan.
Aan merinci, satu titik longsor berada pada ruas Ruteng – Pelabuhan Riung, satu titik di Ruteng – KM 210, satu titik antara KM 210 – Bajawa, dan dua titik lainnya juga di jalur Ruteng – Pelabuhan Riung. Penanganan ini sangat penting karena kondisi geografis Flores yang rawan longsor dan dapat mengganggu akses transportasi antarwilayah.
Untuk mendukung kegiatan ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 40 miliar, mencakup preservasi jalan dan penanganan longsor.
“Kami terus menjaga kualitas pekerjaan dengan pengujian material, baik agregat maupun lapisan aspal, yang diawasi ketat oleh tim konsultan supervisi,” jelas Aan.
Tak hanya proyek tahunan, Kasatker PJN Wilayah III juga mengungkapkan progres proyek multiyears pembangunan akses menuju Pelabuhan Wekalambu di Labuan Bajo, yang dimulai sejak 2024 dan saat ini telah mencapai 90%.
Jalan yang sebelumnya curam dan sering menjadi titik rawan kecelakaan kini telah diperbaiki dengan penurunan kemiringan (gradien) menjadi 10%, perkuatan tebing, penambahan agregat, hingga pengaspalan. Proyek ini ditargetkan selesai pada 6 Desember 2025.
“Kami pastikan seluruh pekerjaan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan ketahanan infrastruktur jangka panjang,” tegas Aan.
