Kupang, SonafNTT-News.com. Persoalan infrastruktur jalan kembali menjadi sorotan dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi NTT. Anggota Banggar DPRD NTT yang juga Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi NTT, Drs. Kasimirus Kolo, M.Si., menyampaikan kritik dan desakan keras kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk segera menangani sejumlah ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan parah dan telah lama dikeluhkan masyarakat, pada Rabu 18/6/2026
Dalam forum resmi tersebut, Kasimirus Kolo secara tegas menyoroti kondisi ruas jalan Provinsi Kefa–Eban, khususnya pada segmen yang melintasi Desa Haulasi hingga Desa Suanae dan Eban, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Menurutnya, kondisi jalan yang rusak berat tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mengancam keselamatan para pengguna jalan setiap hari.
“Masyarakat sudah terlalu lama menunggu. Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian warga. Pemerintah harus segera mengambil langkah nyata dan menjadikannya prioritas pembangunan,” tegas Kasimirus Kolo dalam rapat tersebut.
Tak hanya memperjuangkan aspirasi masyarakat TTU, politisi NasDem yang telah tiga periode menjadi anggota DPRD Provinsi NTT itu juga menyuarakan keluhan masyarakat Kabupaten Malaka terkait ruas jalan provinsi Welaus–Halilulik. Ruas jalan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah dalam waktu yang cukup lama sehingga menimbulkan kesulitan bagi masyarakat yang mengandalkan akses tersebut untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.
Desakan Kasimirus Kolo mendapat perhatian karena menyentuh persoalan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat di wilayah perbatasan. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan konektivitas antar wilayah.
Ketua Fraksi NasDem menegaskan bahwa komitmen sebagai wakil rakyat dalam mengawal aspirasi masyarakat hingga ke tingkat pengambilan keputusan anggaran. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Kasimirus Kolo meminta agar pemerintah tetap menempatkan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur jalan, sebagai prioritas utama.






