Pendidikan

Kolaborasi Bappenas–Australia, Undana Siapkan Sumba Timur Jadi Pilot Hilirisasi Rumput Laut

Kupang, SonafNTT-News.com. Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencatat langkah strategis dalam peta pembangunan ekonomi maritim di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Melalui kolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas dan program Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia (KONEKSI), Undana dipercaya menjadi motor penggerak lahirnya Innovation Hub KTI yang akan menjadikan Kabupaten Sumba Timur sebagai laboratorium percontohan (pilot project) hilirisasi rumput laut nasional.

Inisiatif ini bukan sekadar program akademik, melainkan langkah konkret untuk menjembatani riset kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat pesisir. Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat Undana, Jumat (6/3), jajaran Bappenas, perwakilan Pemerintah Australia, serta para peneliti Undana membahas penyusunan peta jalan (roadmap) pengembangan ekosistem rumput laut berbasis inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Direktur Pembangunan Indonesia Timur Bappenas, Aldy Mardikanto, S.T., M.Sc., menegaskan bahwa komoditas rumput laut dan garam merupakan penggerak utama ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, Innovation Hub yang dipusatkan di Undana akan menjadi ruang integrasi riset dan inovasi agar hasil penelitian dosen tidak berhenti di ruang akademik, tetapi langsung memberi dampak bagi masyarakat.

“Riset dosen harus keluar dari perpustakaan dan hadir di tengah masyarakat. Sumba Timur memiliki potensi inovasi sosial dan ekonomi yang besar, sehingga sangat tepat dijadikan model pengembangan yang selaras dengan target RPJMN 2025–2029,” jelas Aldy.

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyambut optimis penunjukan tersebut. Undana telah menyiapkan unit strategis Teaching Factory sebagai fasilitas pengolahan produk riset. Fasilitas ini akan mengubah rumput laut mentah menjadi produk setengah jadi maupun siap pakai yang memiliki nilai tambah tinggi.

“Inovasi laboratorium kami, mulai dari bibit unggul hingga pengolahan karagenan, kini memiliki jalur hilirisasi yang jelas. Kami membuka ruang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memastikan keterlibatan pakar kelautan Undana memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat pesisir,” tegas Prof. Jefri

Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Australia melalui perwakilan KONEKSI yang turut hadir, Tini Astuti, serta keterlibatan praktisi dari Queensland University, Phil L. Fokus. Keterlibatan pada kolaborasi ini bukan sekadar pada komoditas, melainkan pada pemberdayaan petani rumput laut agar menjadi komponen utama dalam rantai pasok.

Pakar Budidaya Perairan Undana, Prof. Dr. Ir. Marcelien Ratoe Oedjoe, M.Si., menambahkan bahwa solusi kemiskinan di pesisir NTT adalah pengelolaan holistik. “Hilirisasi harus mencakup pengolahan tepung karagenan hingga pakan ternak. Jika Sumba Timur menjadi success story, model ini akan kita perluas ke komoditas kelautan lainnya,” ujarnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *