Kontrak Long Segment Oepoli–Napan Segera Ditandatangani, Infrastruktur Jalan Nasional Dikebut
Kupang, SonafNTT-News.com. Pembangunan infrastruktur jalan Nasional di Pulau Timor kembali menunjukkan sinyal kuat. Tahun 2026, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT melalui PPK 2.4 memastikan proyek strategis long segment Oepoli–Napan dan Amol–Wini, serta penggantian Jembatan Lelone, tetap dikebut meski pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Kepastian ini sekaligus menepis keraguan publik soal kelanjutan proyek infrastruktur di wilayah perbatasan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN NTT, Dirmala, S.ST, kepada wartawan pada Rabu, 4 Februari 2026, mengungkapkan bahwa untuk paket long segment Oepoli–Napan, dokumen perubahan telah terbit dan penandatanganan kontrak dijadwalkan Kamis, 5 Februari 2026.
Sementara itu, paket lainnya masih dalam tahapan mini kompetisi, sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksana pekerjaan benar-benar memenuhi standar teknis dan kualitas yang ditetapkan Kementerian PUPR.
Menurutnya, ditengah wacana efisiensi anggaran nasional, BPJN NTT menegaskan tidak sekadar mengejar serapan anggaran, tetapi menempatkan kualitas pekerjaan sebagai prioritas utama. Pendekatan ini dinilai strategis agar setiap anggaran yang digelontorkan negara memberikan manfaat jangka panjang— yang mampu menopang mobilitas ekonomi, pelayanan publik, serta memperkuat konektivitas antar wilayah di Pulau Timor, khususnya kawasan perbatasan RI–RDTL.
Ia menegaskan langkah percepatan ini juga menjadi pesan kuat ke pusat, khususnya Kementerian PUPR, bahwa daerah perbatasan tidak boleh tertinggal dalam agenda besar pembangunan nasional. Infrastruktur jalan Nasional sebagai urat nadi pertumbuhan ekonomi dan simbol kehadiran negara.
