daerah

Kunjungi SMK Dua Putra Biinmaffo, Inosensius Mui Tegaskan Komitmen DPRD NTT untuk Pendidikan Vokasi Perbatasan

TTU, Sonaf NTT-News.com. Komitmen kuat terhadap pendidikan vokasi di wilayah perbatasan kembali ditegaskan oleh Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi NTT, Inosensius F. Mui, ST, saat memimpin kunjungan kerja gabungan Komisi V dan Komisi I ke SMK Swasta Pariwisata Dua Putra Biinmaffo di Desa Bijaepasu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamis (25/9/2025).

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda pengawasan DPRD NTT terhadap lembaga pendidikan menengah di wilayah strategis perbatasan. Fokus utamanya adalah memastikan kesiapan sekolah vokasi dalam mencetak tenaga kerja terampil di sektor pariwisata—sektor yang digadang-gadang sebagai tulang punggung ekonomi lokal NTT di masa depan.

Dalam dialog terbuka bersama rombongan DPRD, pihak sekolah menyampaikan sejumlah aspirasi krusial. Kepala Sekolah SMK Dua Putra Biinmaffo, Dionisius J. Dobat, A.Ma.Par, menyoroti kekurangan guru PJOK dan guru SBK, yang dinilai menghambat kualitas proses belajar mengajar.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah dan DPRD, karena saat ini kami benar-benar kekurangan tenaga pengajar untuk mata pelajaran penting seperti olahraga dan seni budaya,” ujar Dionisius, yang baru menjabat selama 13 hari.

Selain kekurangan guru, pihak sekolah juga meminta dukungan pembangunan sarana praktik standar pariwisata, pagar sekolah untuk keamanan, serta fasilitasi kerjasama pemagangan siswa dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), termasuk di luar daerah.

Yang menarik perhatian, Yayasan Santo Martinus Maria Regina yang menaungi SMK ini juga mengusulkan pembangunan hotel mini di wilayah Kilo Sembilan—tanah milik yayasan—sebagai teaching factory sekaligus unit usaha produktif yang bisa melatih langsung siswa dalam dunia kerja nyata.

Inosensius Mui: Pemerintah Harus Hadir untuk Sekolah Perbatasan

Menanggapi beragam aspirasi tersebut, Inosensius Mui menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pihak sekolah dan menegaskan bahwa seluruh masukan akan dibawa ke meja pembahasan bersama mitra pemerintah provinsi.

“Kami melihat potensi besar dari SMK ini. Pemerintah harus hadir untuk menjamin keberlanjutan pendidikan vokasi yang berkualitas, apalagi di wilayah perbatasan seperti TTU yang sangat strategis untuk pengembangan pariwisata lokal,” tegasnya.

Menurut Inosensius, pendidikan vokasi bukan hanya soal penguasaan keterampilan, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat perbatasan yang selama ini tertinggal.

Sementara itu, anggota DPRD NTT dari Fraksi PKB, Mersy Piung, menekankan pentingnya integrasi pendidikan karakter berbasis budaya lokal dalam kurikulum SMK. Ia menilai SMK Dua Putra Biinmaffo bisa menjadi percontohan nasional jika mampu mengembangkan keunikan pariwisata lokal.

“SMK ini harus berani menginisiasi program-program unggulan yang berdampak luas, misalnya modernisasi pangan lokal. Itu bisa jadi daya tarik pariwisata sekaligus membentuk identitas sekolah,” ujar Mersy.

Turut hadir dalam kunjungan ini, Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah dan PKLK TTU, Dra. Elvira Bertha Maria Ogom, jajaran guru, pengurus yayasan, ASN, serta para siswa.

Kunjungan DPRD ini membuka kembali persoalan klasik di sektor pendidikan swasta di daerah: minimnya perhatian terhadap kebutuhan dasar sekolah vokasi, padahal peranannya sangat vital dalam penyiapan generasi kerja unggul.

DPRD NTT diharapkan tidak hanya berhenti pada kunjungan simbolik, tetapi benar-benar mendorong realisasi anggaran dan kebijakan konkret yang berpihak pada sekolah di garis depan pembangunan perbatasan, seperti SMK Dua Putra Biinmaffo.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *