daerah

Listrik Padam Saat Paripurna, Gubernur Melki Tegur Keras PLN: Ini Menyangkut Nasib 5,7 Juta Rakyat NTT

Kupang, SonafNTT-News.com. Suasana Rapat Paripurna ke-62 DPRD Provinsi NTT yang seharusnya berjalan khidmat dan fokus mendadak berubah terhenti ketika listrik tiba-tiba padam saat pembahasan agenda strategis berlangsung. Kejadian itu memicu perhatian publik—bukan hanya karena terjadi di gedung wakil rakyat, tetapi juga karena menghadirkan pengalaman buruk bagi pemerintah dan masyarakat yang sedang menunggu kebijakan penting.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir langsung, menanggapi insiden tersebut dengan nada tegas. Ia menyebut pemadaman listrik di saat agenda formal pemerintahan berlangsung sebagai kejadian yang tidak dapat ditoleransi, terutama karena menyangkut urusan rakyat NTT yang jumlahnya mencapai 5,7 juta jiwa.

Ini Catatan Serius untuk PLN NTT

Gubernur Melki menegaskan bahwa pemadaman ini bukan sekadar gangguan teknis biasa.
“Ini kejadian cukup memprihatinkan, di mana pemerintah provinsi bersama DPRD sedang membahas hal strategis untuk 5,7 juta rakyat NTT. Ini catatan bagi PLN wilayah NTT agar memberikan pelayanan yang prima,” ujarnya kepada awak media di Kantor DPRD NTT, Rabu (10/12/2025).

Menurutnya, insiden tersebut merusak citra pelayanan publik, apalagi terjadi di kawasan perkantoran yang merupakan daerah protokol dan sangat mengandalkan ketersediaan listrik setiap saat.

“Kalau di Kantor Pemerintahan Saja Padam, Bagaimana Daerah Pinggiran?”

Dalam keterangannya, Gubernur Melki juga menyoroti bahwa pemadaman di pusat pemerintahan saja sudah membuat situasi tidak nyaman. Ia khawatir kondisi lebih buruk justru dialami masyarakat di daerah terpencil.

“Ini kesan yang tidak menarik. Kalau wilayah perkantoran saja listrik padam saat jam kerja, apalagi di daerah pinggiran—tentu lebih parah lagi,” tegasnya.

Tidak berhenti pada teguran, Gubernur Melki juga menginstruksikan Manajer PLN Wilayah NTT untuk segera melakukan monitoring dan evaluasi menyeluruh.

“Dengan kejadian ini, saya minta Manajer PLN Wilayah NTT segera melakukan monitoring untuk perbaikan dan memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di 22 kabupaten/kota,” katanya.

 

Sementara Manajer Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Otiswan Maronon saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Penghentian sementara aliran listrik tidak terencana yang terjadi tadi karena, terjadi gangguan pada instalasi PLN. Kita semua baik masyarakat bahkan PLN tidak ingin terjadi penghentian sementara aliran listrik yang tidak terencana, namun ketika hal tersebut terjadi petugas PLN segera melakukan inspeksi dan pemeriksaan untuk mencari titik penyebab terhentinya aliran listrik untuk segera dinormalkan kembali aliran listrik.

 

 

Ketika musim hujan, yang terkadang disertai angin kencang dan petir di lokasi tertentu ada potensi situasi tersebut menghambat penyediaan aliran energi listrik dan alat proteksi/pengaman instalasi kelistrikan bekerja menghentikan aliran listrik untuk mencegah kerusakan instalasi kelistrikan yang meluas dan penghentian aliran listrik yang lebih meluas. Dan ketika terjadi penghentian sementara aliran listrik tidak terencana baik siang hari maupun tengah malam, petugas PLN sigap segera melakukan inspeksi untuk segera menormalkan aliran listrik kepada masyarakat.

 

 

PLN terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pelayanan dengan terus membangun instalasi kelistrikan untuk menjangkau masyarakat yang belum menikmati atau mengakses energi listrik, sehingga semua masyarakat dapat memanfaatkan energi listrik untuk mendukung aktivitas rumah tangga, ekonomi, sosial, pariwisata dan aktivitas lainnya untuk kehidupan yang lebih baik.

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *