daerah

LKK Liliba Minta Pemkot Naikan Dana Pembangunan Kelurahan

Kupang,SonafNTT-News.com. Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) Liliba, Kecamatan Oebobo, meminta Pemerintah Kota Kupang agar menaikan pagu dana Pembangunan Kelurahan dari total Rp500 juta untuk tahun anggaran mendatang karena jumlah penduduknya mencapai 23.000 jiwa (SE2024) yang tersebar di 1.400HA luas wilayah ini.

“Kami apresiasi arah baru kebijakan pelayanan pembangunan walikota dan wakil walikota saat ini dengan terlebih dahulu mengalokasikan dana kelurahan sehingga usulan item dan program serta kegiatan pembangunan dari LKK (RT/RW) lewat LPM Kelurahan disesuaikan dengan dana yang ada, namun harus dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah 51 kelurahan dalam kota ini,” kata Ketua RW05, Raymundus Mega, di sela-sela Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) 2027 tingkat Kelurahan Liliba di Kupang, Jumat (30/01/2026).

Menurut dia, Penghitungan pagu dana kelurahan harus berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah dalam 51 kelurahan di kota ini, perlu dan penting agar tidak menimbulkan saling mengklaim dan anggapan ketidakberimbangan bahkan ketidak adilan antar warga disetiap RT dan RW setempat.

Lurah Liliba Viktor A. Makoni, S.Sos, usai MusrembangLur kepada Pers berterimakasih kepada walikota dan wakil walikota atas langkah dan terobosan Pemerintah Kota saat ini terkait dengan arah baru MusrembabgLur tahun 2026 dan 2027 yang terlebih dahulu mematok pagu dana untuk kegiatan pembangunan ditingkat akar rumput, sehingga hanya item dan kegiatan kegiatan yang sifatnya mendesak yang diprioritaskan pembangunannya.

“Saya tahu benar dan betul item item kegiatan apa yang prioritas di RT RW dalam kelurahan Liliba ini, sehingga optimalisasi dana yang ada yakin dana Rp500.000.000 itu akan efektif dan tepat sasaran,” Kata Lurah Makoni yang memimpin Kelurahan nan luas dan padat penduduk ini sejak 2018 silam.

Mantan Sekertaris Lurah Oebufu ini menanggapi usulan dan permintaan LKK Liliba diatas mengatakan sudah ditegaskan Staf Ahli Daud Nafi ketika memberi arahan pada MusrembangLur Jumat pagi bahwa karena situasi dan kondisi anggaran dan lebih lebih dampak efesiensi dari pemerintah pusat maka pagu yang ada saat ini diterima dan pasti dopertimbangkan lagi pada tahun tahun mendatang.

Sedangkan ketua LPM Liliba Drs Apolonius Nurak pada kesempatan itu membacakan kegiatan kegiatan Pembangunan yang telah direalisasi pada tahun sebelumnya dan untuk tahun pembangunan 2027.

Untuk tahun 2027 telah diusulkan Pek prioritas Jalan dengan kualitas HOTMIX di 14 RT sepanjang 5000-an meter dan Pekerjaan jalan dengan kualitas lapen sepanjang 5.000 meter lebih di 24 RT.

Berikut jalan Rabat beton ada 2 RT dan jalan setepak,
Buka jalan baru di RT34 DEKER ada 12 buah
Drainase 6 Rt 2.300 meter;
Penahan kali star dari RT32/RW13 Footsal Tanah Merah,

Selanjutnya diusulkan 32 Sumur resapan diantaranya di RT32/RW13, Lampu jalan 31 RT utk 195 titik diantaranya oleh RT02/RW13.

Permintaan Bedah rumah di RT11 dan RT32 (tiga kk/tiga unit) untuk rumah Bp Maxi Betti, Bp Kornelis Tulle dan Eliakim Klus rumah dekat TPU Liliba.

PLT Camat Oebobo, Zet Batmalo, SH.MH, ketika membuka Musrembang Kelurahan Liliba mengakui ketangguhan Kelurahan Liliba karena soliditas, kapabilitas LKK selama ini sehingga unggul diantara 6 kelurahan lain dalam kecamatan Oebobo.

“Saya dan bahkan kita semua ikuti derap langkah pembangunan di kelurahan liliba yang maju karena ketaatan akan asas, peraturan, komitmen dan kooperstif serta kekompakan warga, RT, RW, LPM, Baninsa, Bhabimkamtibmas, singkatnya LKS dan LKK yang ada sebagai pemicu gerak dan derap langkah maju,” kata PLT Camat Batmalo.

Batmalo yang juga Lurah Oebufu Kecamatan Oebobo ini mengatakan salah satu indikator maju dan tangguhnya Keurahan Liliba ini dapat diukur dalam konteks Ini yaitu sebelum.Musrembang hari ini, jauh sebelumnya telah dilakulan PRA-MUSREMBANGLUR.

Langkah ini ederhana dan strategi kepemimpinan Lurah dan LKK guna mempercepat proses dan efesiensi waktu.

“Lurahnya bersama LPM sudah melaporkan ke saya bahwa semua usulan kegiatan telah diusulkan dan LPM telah mengetik lalu tinggal forum Musrembang melengkapi dan menyempurnakan untuk diserahkan ke Camat Oebobo untuk selanjutnya diteruskan ke struktur dan jenjang birokrasi tingkat atas,; katanya memuji.

Sementara itu Daud Nafi, S.STP., M.M – Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan; pada kesempatan itu menjelaskan arah baru pengelolaan dan kebijakan walikota dan wakil walikota yang telah disetujui Pimpinan dan anggota DPRD Kota yaitu terlebih dahulu alokasi anggaran pembangunan (dana kelurahan) untuk tahun anggaran mendatang.

Ia mengaku saat ini pagunya disamaratakan tanpa melihat jumlah penduduk dan luas wilayah. “Kelurahan Liliba ini ada 52 RT dan 16 RW. Jika dibandingksn dengan kelurahan lain seperti Kelurahan Merdeka, maka bisa saja empat (4) kali lipat luas wilayah kelurahan Liliba saat ini,” sebutnya membandingkan.

Namun karena keadaan dan kebijakan efesiensi pemerintah pusat yang memangkas dana tranfer ke kota kupang sebanya Rp204 miliaran lebih, sehingga telah berdampak luas diantaranya pagu dana kelurahan semua sama.

Mengutif arahan Walikota Kupang dr Christian Widodo pada saat Musrembang disebutkan; berdasarkan informasi terbaru mengenai perencanaan pembangunan di Kota Kupang (khususnya menyongsong Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Kupang
2026, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menekankan beberapa arahan penting terkait Musrenbang Kelurahan agar pembangunan lebih tepat sasaran.

Berikut adalah poin-poin arahan utama:
Penerapan Empat Prinsip Pembangunan: Wali Kota menegaskan bahwa perencanaan harus mengedepankan empat prinsip utama, yaitu bottom-up (dari bawah), fokus, adaptif, dan konsisten.

Pembangunan Berbasis Skala Prioritas: Musrenbang Kelurahan diminta tidak hanya menjadi daftar keinginan, melainkan menyusun usulan yang mengacu pada skala prioritas dan kebutuhan riil masyarakat.

Peningkatan Kualitas dan Daya Saing: Arah kebijakan difokuskan pada peningkatan kualitas, daya saing yang sehat, berkarakter, responsif, dan berkelanjutan.

Fokus pada Layanan Dasar: Mengingat adanya penyesuaian fiskal, belanja daerah diharapkan tetap berorientasi pada layanan dasar dan program prioritas.
Partisipasi Aktif dan Sinergi:

Pemerintah Kota mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dan memastikan usulan kelurahan selaras dengan arah kebijakan pemerintah tingkat atas (kecamatan, kota, provinsi, hingga nasional).

Dukungan terhadap Pengelolaan Sampah: Pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama dalam perencanaan program kerja.

Arahan ini bertujuan agar hasil Musrenbang Kelurahan menghasilkan program yang berdampak nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif.

Hadir pada kesempatan itu; 52 Ketua RT dan 16 ketua RW dan atau pengurus RTRW sekelurahan Liliba, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pendidikan, Tokoh Pemuda, PLT Kepala Bappeda yang adalah juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang, Wildrian R. Otta,Pauto Wirawan Neno, S.H. – Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM serta Staf Bappeda, PUPR, Staf Dinas PRKP Kota Kupang ibu Putu, Kapus Oebufu serta staf dari Kantor Camat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *