Nasional

Menteri KKP, Gubernur NTT Dan Anggota DPR RI Usman Husin Tinjau lokasi Pembangunan Kawasan Centra Garam Nasional di Rote Ndao

Ba,a, Sonaf NTT- News.com. Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggoo bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Anggota DPR RI Usman Husin meninjau lokasi Pembangunan Kawasan garam Nasional di Desa Daiama, Desa Daeurendale, Desa Matasio dan Desa Serubeba, Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Turut hadir sejumlah pejabat lingkup KKP RI dan Pejabat lingkup Badan Pertanahan, Direktur Industri Garam Nasional, General Manajer PLN Wilayah NTT, BNN, Bupati dan Sekertaris Daerah Rote Ndao, Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Pimpinan Satuan Perangkat Daerah Kabupaten Rote Ndao dan unsur TNI Polri, selasa 3/6/2025

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT yang beberapa waktu lalu memfasilitasi 22 Kepala Daerah melakukan kunjungan kerja diseluruh kementrian dengan tujuan memperkuat sinergitas dan memastikan program-program strategis untuk mendukung pembangunan daerah

“ Pertemuan hari ini merupakan wujud konkrit pasca dari kunjungan bersama kepala darah se-NTT dengan tujuan memantapkan langkah untuk melaksanakan agenda pembangunan dan salah satunya fokus terhadap swasembada pangan”

Ia optimis dengan pembangunan tambak garam nasional ke depan meningkatkan percepatan Pembangunan Daerah melalui penyerapan tenaga kerja dan menurunkan angka stuting.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutanya menyampaikan bahwa Pembangunan Kawasan Centra Industri Garam Nasional merupaka salah satu program strategis untuk mendukung percepatan pembangunan terutama untuk menjawab kebutuhan garam Nasional dan daerah.

“ Kehadiran proyek strategis Nasional ini membawa energi baru bagi Nusa Tenggara Timur terutama bagi pemda Rote Ndao oleh karena itu kemitraan yang ada harus di rawat dengan baik dan menjunjung tinggi profesionalisme sehingga apa yang di lakukan tepat sasaran serta harus bermanfaat bagi banyak orang”ungkapnya

Ia tegaskan dalam konteks pembangunan Kawasan Centra Industri Garam Nasional ke depan akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat terutama secara ekonomi yang berkaitan peningkatan kuakitas hidup dan kuantitas produksi garam serta pemanfaatkan teknonologi untuk menghasikan prodik garam yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.

Menttri KKP Sakti Wahyu Trenggoo dalam sambutanya menyampaikan bahwa Insonesia harus mampu melaksanakan swasembada pangan, garam dan protein.

“ Sebentar lagi Kita sudah memasuki tahun ke -80 namun belum merdeka dari garam karena masih mengimpor dari luar dan berdasarkan data Nusa Tenggara Timur selain memiliki alam yang indah juga memiliki potensi untuk pengembangan indutri garam” ungkapnya

Menurutnya, kebutuhan garam secara nasional 5.000.000 ton.untuk di ketahui PT.Garam ada sejak Belanda hadir di Indonesia dan sadar atau tidak sudah 350 Tahun menguasai Indonesia namun sampai saat belum mampu memenuhi kebutuhan garam Nasional.”Garam Nasional terdiri dari garam konsumsi, Garam Industri aneka Pangan, Garam untuk Farmasi dab Garam Se-ape dan saya sudah janji kepada Bapak Presiden dimana akhir 2027 seluruh impor garam diberentikan.Selain itu, saya bersyukur berkat kerja sama semua pihak bisa menemukan daerah Rote Ndao.Lokasi ini sangat bagus dan Pembangunan Kawasan Centra Industri Garam Nasional akan menyerap 26.660 yang bekerja di sini dan hal ini segera di laksanakan dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Menteri KKP minta dukungan dari Bapak Gubernur, Bapak Bupati ,TNI, Polri dan semua stakholder terkait dimana alokasi anggaran untuk pembangunan tahap pertama 750 Miliar, Tahap II (tahun ke-II) dengan anggaran 1 Triliun dan Tahun ke III akan di tingkatkan.pembangunan sehingga kita bisa mampu menjawab kebutuhan garam nasional.dab harapannya setiap tahun bisa memproduksi garam 2,5 ton per tahun dan khususnya garam komsumso industri aneka pangan, garam farmasi dan garam se-ape dan hal ini berdampak positif untuk penimgkatan pendapatan ekonomi masyarakat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *